Diler Mercedes Benz di AS Kena Gugatan Rp16 M

Tolak Jual Mobil, Konsumen Gugat Diler Mercedes Benz di AS – Kembali terjadi, kasus gugatan konsumen terhadap diler mobil yang menolak menjual produknya kini kembali terjadi di Amerika Serikat. Setelah sebelumnya dikabarkan bahwa sebuah gugatan dilayangkan oleh seorang pengusaha yang juga merupakan kolektor Ferrari ke Ferrari North Amerika, kini seorang pria keturunan India telah melayangkan gugatan terhadap diler Mercedes Benz di New Jersey, AS. Aapa sebabnya?

tolak jual mobil konsumen gugat diler mercedes benz di as

Dari informasi yang dirangkum melalui Okezone, Jumat (26/08/2016) menuliskan bahwa nilai gugatan yang dilayangkan oleh pria bernama Surjeet Bassi terhadap diler Mercedes Benz AS itu adalah USD1,26 juta atau jika dirupiahkan setara dengan Rp16,5 miliar.

Dalam gugatannya, Bassi yang merupakan warna Walkill, New York ini mengungkapkan bahwa ia dan rekan bisnisnya pergi ke diler Prestige Motors yang terletak di Paramus pada bulan Juni 2016 lalu untuk melakukan tukar tambah mobil SUV Mercedes Benz ML350 dengan model terbaru yaitu GLS550 yang dijual seharga USD95 ribu.

Menurut ungkapan yang dikatakan Bassi, setelah dilakukan negosiasi selama beberapa jam, ia dan wiraniaga diler telah mendapat kesepakatan atas transaksi tersebut. Setelah itu, Bassi juga langsung membayar uang muka atau DP sebesar USD1.000. Namun, secara sepihak tiba-tiba pihak diler membatalkan penjualan produk tersebut. Hal itu dilakukan setelah munculnya pernyataan dari Bank tempat Bassi melakukan penyimpanan uang. Begitulah informasi yang dilaporkan Recordonline.

Dalam hal ini, dari pihak manager diler sendiri menyebutkan bahwa pihaknya tidak bisa menjual mobil itu karena khawatir nantinya Bassi akan mengirimnya ke luar negeri untuk Taliban.

Kemudian, pernyataan dari pihak diler tersebut membuat Bassi terkejut. Pihaknya mengaku bahwa sudah selama 30 tahun tinggal di Amerika Serikat dan tidak memiliki hubungan dengan Taliban, pihak yang kini memegang kekuasaan di Afghanistan

Selain itu, Bassi juga telah berusaha meyakinkan pihak diler dengan menawarkan mereka untuk membuat surat perjanjian untuk tidak akan mengirim mobil itu ke luar negeri dalam kurun waktu tiga tahun. Namun, hal tersebut tetap saja tidah mengubah keputusan diler.

Dalam hal ini, Bassi menggugat diler dengan tuduhan mendapat perlakuan diskriminasi rasial.

Bukan itu saja, bahkan diler juga dituntut atas pelanggaran Equal Credit Oppurtunity Act, yaitu tindakan mneolak pengajuan pembelian kendaraan secara kredit senilai USD83 ribu. Padahal, saat itu pihak leasing telah menyetujui pengajuan kredit tersebut. Baca juga Jaguar Land Rover (JRL) tidak bisa menggugat perusahaan asal China dan Ferrari Digugat Calon Pembeli

Top