Level Manufaktur Indonesia Belum Bisa Sejajar Dengan AS

Level manufacturing Indonesia masih rendah – Berbagai  macam merek pabrikan hadir di Indonesia dengan mendirikan pusat produksi. namun level manufaktur di tanah air belum dapat di sejejrkan dengan negara seperti Amerika Serikat (AS) atau negara – negara Eropa yang sudah mencapai level advance manufacturing.

level manufacturing indonesia masih rendah

Bob Azam, Direktur administrasi PT Toyota Motor Manufakturing Indonesia (TMMIN) mengungkapkan advance manufacturing ini akan jadi tujuan industri Indonesia ke depannya. Namun saat ini yang menjadi masalah adalah belum adanya sumber daya manusia (SDM) untuk memenuhi standar tersebut.

Di sana, industri otomotif telah smpai di level advance manufacturing. Secara sederhana, advance manufacturing didefinisikan sebagai penggunaan teknologi terkini utk meningkatkan kualitas produk atau proses produksi. Dalam industri otomotif, advance manfacturing mudahnya dilihat dari produk yang dihadirkan, misalnya model yang berbasis teknologi hybrid atau berbahan bakar alternatif. Advance manufacturing sendiri adalah proses produksi yang menggunakan teknologi canggih dan mengedepankan sains serta teknologi canggih untuk diaplikasikan ke lini produksi. Hasil produknyapun berteknologi tinggi seperti kendaraan hybrid, hydrogen, dan sejenisnya.

“Saat ini SDM yang belum tersedia. Ini misalnya orang ingin berinvestasi lihat juga SDM nya tersedia atau tidak, jangan sampai seperti ini, “ucap Bob, KompasOtomotif, Sabtu (27/8/2016).

Padahal industri seperti ini dapat meyerap banyak tenaga kerja. Akibat yang ditimbulkan juga produk yang dihasilkan dapat menjangkau pasar yang lebih luas sebagai produk global. Dibandingkan dengan negara tetangga, seperti Malaysia dan Thailand negara kita agak tertingal. Jangan  sampai kita difisit orang yang ahli manufacturing karena nantinya berpengaruh pada investasi.

Guna meraih tujuan yang sekarang, TMMIN mendirikan Toyota Indonesia academy (TIA) yang bertujuan untuk mempersiapkan SDM yang mampu mengikuti perkembangan dan kebutuhan industri. TIA juga sudah didirin pada tahun lalu dengan nilai investasi Rp 140 milliar hingga pembangunan di tahun 2018 mendatang. Nantinya tidak hanya berada di jajaran diploma saja tapi bisa terus berkembang sesuai kebutuhan dimasa depan. Baca juga Banyak lulusan kejuruan atau universitas bekerja tidak sesuai dengan jalur pendidikan dan Pembagunan fasilitas maintenance yang disertai dengan program pelatihan

Top