Honda: Kompak dengan Yamaha Tak Ada Untungnya

AHM Telah Siapkan Amunisi Untuk Hadiri Persidangan – Setelah dikabarkan mendapat surat panggilan untuk melakukan sidang tahap lanjutan, atas kasus dugaan kartel harga sepeda motor skuter matik antara Honda dan Yamaha kini akhirnya PT Astra Honda Motor (AHM) memastikan bahwa pihaknya akan menghadiri panggilan sidang tersebut.

ahm telah siapkan amunisi untuk hadiri persidangan

Dalam keterangan yang disampaikan Deputy Head of Corporate Communication AHM, Ahmad Muhibbuddin seperti yang dirangkum dari VivaOtomotif, Sabtu (27/08/2016) tertulis bahwa dalam sidang lanjutan nanti, AHM bakal membeberkan fakta-fakta menguatkan kepada KPPU. Hal tersebut tentu saja untuk menyangkal segala tudingan yang ditujukan oleh KPPU tersebut. Dalam hal ini seperti yang telah disebutkan bahwa Honda dan Yamaha diduga bersekongkol dalam menetapkan harga jual dari sepeda motor skutik kapasitas 110-125 cc di pasar Tanah Air.

Dalam ungkapannya, Muhibbuddin mengatakan, “Kita akan ungkapkan fakta-fakta dan alasan-alasan untuk menguatkan argumentasi kali di persidangan. Kita akan memberikan penjelasan lebih detail di persidangan nanti,” Kata Muhib.

Saat ditanyai terkait persekongkolan tersebut, AHM juga tetap membantah telah melakukan persekongkolan dengan Yamaha dalam aspek menentukan harga jual pada sepeda motor skutiknya di Indonesia. Menurutnya, tak ada untung sama sekali bagi AHM untuk bersekongkol dengan pesaingnya sendiri, bahkan Yamaha yang adalah pesaing paling ketat dari AHM di industri sepeda motor Indonesia.

separator

“Kami membantah apa yang dituduhkan KPPU itu, karena bagi kami enggak ada untungnya bersepakat mengatur harga dengan kompetitor yang market sharenya berada di bawah kami,” ungkap pihak AHM.

Selain itu, dari ungkapan tersebut menisyaratkan bahwa AHM memosisikan dirinya berada sebagai pemimpin pasar di industri sepeda motor. Sehingga, menurut Muhib, hal yang wajar apabila produsen motor lainnya mengikuti harga yang ditetapkan oleh pemimpin pasar.

“Pemimpin pasar itu biasanya diikuti, jadi harga yang ditetapkan pemimpin pasar biasanya diikuti oleh pemain lain. Dalam konteksi ini, kita enggak punya kepentingan bersepakat melakukan pengaturan harga dengan kompetitor. Jadi, tuntutan KPPU itu buat kami enggak benar,” katanya.

Belum dijelaskan fakta-fakta seperti apa yang akan dibeberkan AHM dalam sidang lanjutan nanti. Baca juga KPPU Bakal Lanjutkan Sidang Kasus Kartel Harga Sepeda Motor Matik Honda dan Yamaha dan KPPU Curigai Permainan Honda dan Yamaha

Top