Konsumen Motor Lebih Rapuh

Daya Beli Konsumen Motor Mudah Berubah – Bisa dibilang, pola konsumsi kendaraan bermotor di Indonesia berbeda dengan negara-neagra maju. Jika di negara maju cenderung menyukai transportasi masal, di Indonesia konsumen cenderung memilih menggunakan transportasi pribadi yang lebih menjanjikan. Menariknya, konsumen negara maju lebih banyak memilih mobil ketimbang motor, sedangkan konsumen Indonesia cenderung memilih motor sebagai sarana transportasi keseharian.

konsumen motor lebih rapuh

Jika ditilik lebih jauh selain alasan kepraktisan, membeli sepeda motor cenderung terlihat lebih ekonomis ketimbang membeli varian roda empat. Pasalnya, selain konsumsi bahan bakar cenderung lebih irit, dari sisi harga jualpun nampaknya sangat sesuai dengan rerata kemampuan masyarakat Indonesia.

Sayangnya, pasca kondisi ekonomi yang tak begitu bagus pada akhir 2015 yang lalu ikut pula memengaruhi kemampuan masyarakat Indonesia untuk membeli sepeda motor dari segi daya belinya. Dilansir dari Kompas (29/8/2016), Sigit Kumala, Ketua Bidang Komersial Asosisasi Industri Sepedamotor Indonesia (AISI) menyatakan bahwa di Indonesia ini karakter konsumen sepeda motor berbeda dengan karakter konsumen kendaraan lainnya.

Menurutnya, anjloknya angka penjulan sepeda motor hingga saat ini memang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi semenjak tahun 2015 yang lalu. Bahkan, anjloknya angka penjualan bisa dikatakan melebihi angka penjualan mobil. Artinya tingkat anjloknya memang tidak sejajar dengan varian mobil yang memberikan suatu perbedaan adanya variabel pembeda dari kedua jenis pasar tersebut.

separator

Menurut Sigit, karakter pembeli roda empat cenderung masyarakat dengan tingkat ekonomi menengah ke atas. Sedangkan pada sepeda motor, tingkat ekonominya cenderung masyarakat menengah ke bawah. Menurutnya, pola konsumsi masyarakat menengah ke bawah lebih dekat dengan kebutuhan primer ketimbang masyarakat menengah ke atas.

Jadi, ketika harga kebutuhan primer naik, masyarakat menengah ke bawah tentu akan condong untuk mempertahankan kebutuhan primernya. Akhirnya, sepeda motor yang bukan menjadi kebutuhan primernya akan menjadi prioritas kesekian kalinya bagi jenis masyarakat tersebut. Menurutnya lagi, efek kenaikan harga kebutuhan pokok akan langsung terasa bagi kelompok masyarakat menengah ke bawah. Hal ini berbeda dengan kelompok masyarakat menengah ke atas yang masih lebih stabil dalam mempertahankan kebutuhan pokoknya. Baca juga Penjualan Menukik, Suzuki Tutup Pabrik Di Malaysia dan Honda Menguasai 72,3 Persen Pasar Sepeda Motor di Tanah Air.

Top