Volkswagen Berusaha Hidup lagi Di Korsel

Ogah Urusan Panjang di Pengadilan, VW Buat Dokumen Baru di Korsel – Siapa sangka jika bisnis yang bisa dijalankan selama bertahun-tahun bisa hancur sektika dalam sekejap mata? Asumsi pasti menyatakan semakin besar suatu perusahaan, semakin stabil bertahan dari goncangan. Sayangnya hal tersebut tak dapat sepenuhnya dipertanggungjawabkan. Pasalnya, apabila goncangan memang berasal dari internal perusahaan itu sendiri maka hal pertama yang perlu dihilangkan adalah penyakit tersebut.

volkswagen berusaha hidup lagi di korsel

Pabrikan otomotif yang baru-baru ini mengakui dosanya kepada konsumen, VW, memang terbilang sedang terguncang di berbagai belahan dunia. Terakhir, bisnisnya di Korea Selatan sudah dapat dipastikan tenggelam lantaran kesalahannya setelah sekian lama mengakali konsumen tentang uji emisi produk-produknya. Hal ini terjadi lantaran Pemerintah Korea Selatan telah menghukum pabrikan tersebut untuk membayar 17,8 juta won atau sekitar Rp 200,8 miliar sebagai denda atas kesalahan VW terhadap konsumen Korsel. Selain itu, 80 varian merek Volkswagen, Audi, dan Bentley juga dilarang untuk dijual di negeri ini.

Advertisement

Tentu saja, untuk hukuman pelarangan tersebut menjadi momok kematian bagi VW di Korea Selatan. Alhasil, VW sempat memutuskan untuk mengajukan gugatan balik kepada Pemerintah setempat. Namun, dilansir dari Kompas (31/8/2016), VW dikabarkan tak melanjutkan rencananya tersebut. Masih dilansir dari sumber yang sama, wakil hukum dari Volkswagen di Korea Selatan malah menyatakan bahwa VolksWagen berharap dapat cepat kembali berlaga di Korea Selatan ketimbang harus menyelesaikan masalah tersebut di meja hijau.

Hal ini ditindaklanjuti dengan diketahuinya perusahaan otomotif yang satu ini tengah melakukan pengurusan dokumen baru untuk model yang sudah terlarang di Korea Selatan. Harapannya, dengan dokumen baru tersebut, Volkswagen dapat menjajakkan model-model andalannya yang sudah disandung oleh Pemerintah negara setempat.

Tentu, secara logika hal ini memang dapat dilakukan. Pasalnya, jika mengacu pada kasus yang terjadi, Volkswagen punya dua hal yang kudu dilakukan. Pertama secara jujur menyampaikan hasil emisi produknya dalam dokumen yang diajukan, atau kedua secara jujur membuat produk sesuai standar emisi yang dibuat oleh otoritas setempat. Namun yang jelas, keputusan diterima atau ditolaknya dokumen baru tersebut merupakan kewenangan dari Pemerintah Korea Selatan. Baca juga Fiat Diselidiki Karna Masalah Emisi dan VW Sudah Lama Bersiap Hengkang Dari Korsel.

Top