Tak Ada Lagi Kipas, Ini Zamannya Water Injection

Bosch Serupai Teknologi Water Injection BMW – Hukum karnot dalam ilmu fisika senantiasa berlaku dalam dunia otomotif. Pasalnya, setiap mesin yang dibuat oleh manusia hingga saat ini pasti memancarkan panas sebagai efek samping di luar perubahan energi yang dikehendakinya. Hal ini secara teori ilmu fisika bukan sesuatu yang janggal, melainkan perlu ditekan semaksimal mungkin sehingga kinerja sebuah mesin dapat lebih efisien dalam setiap tahap pengembangannya.

tak ada lagi kipas ini zamannya water injection

Menariknya, dari fenomena ini dapat diketahui pula bahwa efisiensi mesin cenderung akan berkurang semakin bertambahnya suhu di ruang bakar. Walaupun banyak variabel yang memengaruhinya, yang jelas ketika suhu meninggi, banyak bagian mesin yang menjadi memuai dan berubah ukuran daripada perhitungan standar-nya. Sehingga, bagi pakar permesinan, panas berlebihan harus dilawan secara terang-terangan.

Sebelumnya teknologi radiator yang dilingkupi dengan kipas merupakan konsep yang populer di pasaran untuk menjadi alat utama pendingin mesin. Namun nampaknya teknologi tersebut memang belum menjadi solusi yang terbaik yang ada. Hal ini yang menjadi inspirasi BMW untuk menciptakan konsep Water Injection. Secara sederhana, konsep ini kana menyuntikkan sejumlah air dengan volume tertentu dalam sebuah kontainer menuju bagian tertentu dari mesin.

Berusaha mengikuti jejak yang sama, Bosch yang sejatinya bukan pemain utama dalam industri otomotif membuat teknologi yang mirip. Dilansir dari Okezone (1/9/2016), Bosch bakal menyediakan teknologi ini untuk dilisensikan secara masal kepada pabrikan lain. Hal ini tentu bertolak belakang dengan eksklusifnya kebijakan BMW terhadap teknologi tersebut.

separator

Menariknya, Bosch menyatakan bahwa teknologi yang digunakan dalam membuat perangkat suntikan air tersebut tidak menggunakan konsep yang sama dengan yang dibuat oleh BMW. Bosch mengakui bahwa teknik pembuatannya dibuat secara internal. Artinya, tak ada pemberian lisensi apapun dari BMW kepada Bosch terhadap teknologi ini.

Bosch menyatakan bahwa teknologinya mampu mempertahankan efisiensi mesin sebanyak 13 persen ketimbang tak menggunkan suntikan air ini. Menariknya, karena menggunakan semacam tangki penyimpanan, Bosch menjadmin bahwa air dalam tangki tersebut akan tahan lama. Pasalnya, tangki air tersebut hanya perlu diisi ulang setiap 2896 km. Baca juga Audi Tengah Memproduksi Sedan Mewah A9 dan BMW i8 Kepergok Lakukan Uji Coba.

Top