Kenaikan Biaya Servis Mobil di Indonesia

Biaya servis naik tapi pasar Otomotif tetap tumbuh – Studi JD Power soal layanan purnajual kendaraan bermotor di Indonesia selama tahun ini mengungkap fakta menarik. Studi yang bertajuk JD Power Indonesia Customer Service Index (CSI) 2016 ini memiliki beberapa temuan penting, terkait layanan dan biaya di dealer resmi.

biaya servis naik tapi pasar otomotif tetap tumbuh

Pertama, biaya servis yang pelanggan bayar kepada dealer resmi naik 8 persen menjadi Rp 650.000 pada tahun ini dibandingkan tahun lalu. Kedua, biaya kepemilikan kendaraan secara keseluruhan juga naik, yakni 25 persen menjadi Rp 1.114 per kilometer dari Rp 894 per km. Ketiga, para pelanggan yang merasa puas terhadap layanan dealer, sebanyak 65 persen, mengaku akan datang lagi ke dealer yang sama di waktu yang akan datang.

Advertisement

Keempat, 95 persen pelanggan mengindikasikan konsultan layanan atau service advisor (SA) di dealer resmi menjelaskan secara menyeluruh tentang pekerjaan yang dilakukan pada kendaraan pelanggan, naik 82 persen dari tahun lalu. Dan terakhir, persentase pelanggan yang mengatakan petugas SA memberikan penjelasan biaya secara menyeluruh juga bertambah menjadi 79 persen dari 70 persen.

JD Power Indonesia CSI Study 2016 adalah sebuah studi yang disusun berdasarkan respons dari 3.041 pemilik kendaraan, yang menerima pengiriman mobil baru mereka pada periode Februari 2014 hingga Juni 2015. Termasuk mengantarkan mobil mereka ke dealer resmi atau pusat layanan pada Agustus 2015- Juni 2016. Ada lima parameter yang digunakan untuk menilai kinerja dealer resmi, yakni kualitas servis ( bobotnya 30%), memulai pengerjaan servis (27%), fasilitas servis (15%); pengambilan kendaraan (15%); dan konsultan layanan/SA (12%).

Sebelumnya, studi ini membawa Toyota berada di peringkat tertinggi dalam kepuasan pelayanan secara keseluruhan di antara merek mass market, dengan nilai 769. Toyota tampil sangat baik dalam hal konsultan layanan, fasilitas servis, dan kualitas servis. Nissan berada di peringkat kedua dengan nilai 767, diikuti oleh Mitsubishi (766), dan Daihatsu (765). Peringkat lima diisi oleh Datsun dengan skor 763. Peringkat enam hingga sepuluh secara berturut-turut ditempati oleh Honda dengan skor 760, Chevrolet (759 ), Mazda (759 ), Suzuki (758 ), dan KIA (755).

Kendati demikian meski biaya dihitung sudah naik namun gelombang pembeli mobil di Inndonesia diprediksi akan tetap meningkat. Punya mobil dulu biaya servis belakangan. Baca juga Kenaikan penjualan mobil dipacu karena adanya kerinnganan pajak dan Fakta Kecurangan Baru Mitsubishi Ditemukan Kementerian Transportasi Jepang

Top