Jual Mobil Cacat Diler Denda Rp 500 Juta

Penarikan masal akibat cacat produksi – Aturan yang berhungna dengan recall benar- benar ditegakan oleh pemerintah Amerika Serikat. yang sering terjadi pada produk mobil, membuat pemerintah Amerika Serikat terus memantau perkembangan setiap kendaraan yang dikeluarkan produsen. Terbaru, lembaga Departemen Transportasi Amerika Serikat, National Highway Traffic Safety Administrtion (NHTSA), memberikan sanksi kepada sebuah diler MINI yang menjual mobil recall yang belum diperbaiki.

penarikan masal akibat cacat produksi

Diler International Autos of West Allis dituduh menjual lebih dari 11 unit mobil MINI yang seharusnya terdampak recall pada tahun 2015 silam. melibatkan MINI Cooper hardtop 2-pintu. Alhasil, diler itu pun terkena sanksi dengan membayar denda atau penalti senilai US$40 ribu  atau setara Rp500 juta. Sementara itu, untuk menghindari hukuman yang lebih besar lagi, perjanjian komitmen pun dilakukan agar diler tidak meneruskan praktik penjualan mobil yang terkena recall. Perjanjian komitmen untuk tidak meneruskan praktik penjualan demi menghindari hukuman yang lebih besar lagi.

Tindakan ini diharapkan akan membuat jera, agar mobil yang tidak layak pakai tidak di jual di pasar otomotif, Karena masih banyak mobil yang tidak cacat yang layak pakai. Diler juga memastikan ini terakhir kalinya kejadian diler menjual mobil recall atau mobil cacat.

Diler juga sudah komitmen untuk terus memeriksa status recall atas kendaraan yang akan di servis, atau tukar tambah untuk membeli mobil baru. Semua kesepakatan dan tindakan ini dikatakan di bawah pengawasan hukum. Disebutkan, diler dilarang menjual mobil baru sebelum melakukan pengecekan status recall dan memperbaikinya. Namun hal ini tidak berlaku untuk penjualan mobil bekas. Baca juga Ford Keren, Mobil Polisi Direcall dan Pintu Samping Bermasalah, Ford Recall Hampir Satu Juta Unit Mobilnya

Top