Toyota Utang Darah dengan Daihatsu

Unit Toyota Buatan Daihatsu – Persaingan kejam antar merek otomotif tanah air nampaknya tak bisa dilihat dari satu sisi saja. Pasalnya, dibalik itu smeua senantiasa ada kerja sama yang saling menguntungkan yang biasanya tak diketahui oleh para konsumennya. Hal ini tentu cenderung menarik lantaran cerita-cerita dibalik persaingan jarang diekspos lantaran kurang meniggalkan kesan greget.

toyota utang darah dengan daihatsu

Namun beda cerita jika jalinan kerja sama sampai menyentuh setengah nyawa. Dilansir dari Kompas (7/9/2016), Toyota dikabarkan memiliki banyak hutang budi dengan Daihatsu. Hal inni didapati dari data yang mencengangkan terhadap segenap produksi unit Toyota pada pabrikan Daihatsu. Jika melihat angka penjualan yang terdahulu, 213.699 unit yang tahun lalu berhasil ditembus oleh Toyota ternyata merupakan produksi dari pabrikan Daihatsu.

Sebut saja Avanza, Rush, dan Agya yang mengisi 200 ribu lebih unit tersebut memang terbukti dilahirkan dari tangan Daihatsu. Hal ini membuktikan bahwa secara langsung sejatinya Toyota berhutang budi kepada Daihatsu untuk mencapai posisi puncak produsen mobil di Indonesia. Kondisi diyakini juga akan semakin menarik pasca lahirnya Toyota Calya di tanah air.

Sebagaimana diketahui, Toyota Calya juga merupakan varian Toyota yang lahir dari tangan Daihatsu. Itu artinya, jika angka penjualan Toyota mencetak angka yang lebih baik dari kemarin, maka dapat dipastikan Daihatsu semakin berjaya dibalik layar kejayaan Toyota. Seakan-akan, Toyota berhutang darah dengan usaha keras Daihatsu dalam mempertahankan kualitas produknya.

separator

Walaupun demikian, bukan hanya Toyota saja yang diuntungkan dalam kerja sama ini. Pasalnya Daihatsu disebut-sebut meraih puncak produksi dari pabriknya di Indonesia. Puncak produksi ini berhasil mencetak rekor ketimbang para pesaingnya. Sebut saja, produksi lokalnya saja tembus pada angka 4 juta unit, berstatus terbesar di Indonesia. Saat itu, produksi varian Daihatsu mencapai 51,9 persen atau 2,07 juta unit dari total produksi yang ada. Sedangkan 48,1 persen atau 1,93 juta unit dari total produksi yang ada merupakan kendaraan titip dibuatkan dari Toyota.

Melihat dari data tersebut, nampaknya posisi pasar otomotif di Indonesia tak sesangar apa yang sudah dibayangkan. Walaupun demikian, setelah keluar dari rahim yang sama, nampaknya mobil-mobil tersebut juga bakal bersaing di pasaran denagn slogan’perang saudara’. Baca juga Calya Ancam Kestabilan Agya dan Avanza dan Keunggulan yang dimiliki Sienta.

Top