Airbag Bermasalah, Fiat Umumkan Recall Jutaan Unit Mobilnya

Fiat Chrysler Automobiles Tarik 1,9 Juta Unit Mobil – Kabar terbaru hadir dari Fiat Chrysler Automobiles (FCA) yang merupakan produsen mobil yang menyuguhkan beberapa merek sepertu Fiat, Chrysler, Dodge, Jeep dan juga Alfa Romeo telah mengampanyekan recall atau penarikan atas 1,9 juta unit mobilnya untuk dilakukan perbaikan.

fiat chrysler automobiles tarik 1,9 juta unit mobil

Kali ini, perbaikan atau penggantian komponen dilakukan karena ditemukan permasalahan terhadap airbag atau komponen udara yang merupakan fitur keselamatan standar yang ada pada mobil. Rupanya, penarikan tersebut dilakukan pada produknya di seluruh dunia, namun porsi terbanyak adalah di Amerika Serikat.

Advertisement

Dalam hal ini, permasalahan yang ditemukan adalah, airbag atau kantong udara tidak mau mengembang pada saat mobil mengalami kecelakaan. Selain itu, fitur keamanan pretensioners pada sabuk pengaman juga tidak bekerja dengan optimal. Hal ini termasuk masalah fatal, karena kedua fitur keselamatan ini merupakan bagian yang akan memberi perlindungan pertama kali pada saat Anda mengalami kecelakaan lalu lintas seperti tabrakan.

Berdasarkan informasi Reuters seperti yang dirangkum dari Okezone, Jumat (16/09/2016) tertulis bahwa ada sebanyak 1,4 juta unit kendaraan yang harus direcall adalah yang dipasarkan di Amerika Serikat. Untuk modelnya sendiri masing-masing adalah Chrysler Sebring dan 200, Dodge Caliber dan Avenger, serta model Jeep Patriot dan Compass. Diketahui, model-model yang terdampak ini adalah mobil yang dijual dalam rentang waktu tahun 2010 – 2014.

Kabarnya, pengumuman recall tersebut segera setelah General Motor mengumumkan hal serupa yang melibatkan sebanyak 4,3 unit kendaraan di seluruh dunia. Permasalahan yang dialami GM juga sama, akibat perangkat airbag yang tidak mengembang saat terjadi kecelakaan. Meskipun  dikatakan kasus yang menimpa FCA ini sama, namun tentu tidak identik. Ada faktor-faktor yang berbeda terhadap penyebab airbag yang tidak mengembang tersebut.

Rupanya, pada kasus yang menimpa FCA ini, kecelakaan disebabkan oleh adanya potensi alat sensor deteksi kecelakaan di bagian depan mobil tidak berfungsi dengan baik dan tidak sinkron dengan kontrol modul, untuk itulah airbag tidak dapat mengembang pada saat kendaraan mengalami kecelakaan. Sementara itu, untuk produk GM seperti yang dikabarkan sebelumnya, yaitu terjadi cacat pada software airbag sehingga komponen tersebut tidak mengembang saat kecelakaan terjadi. Baca juga Software Airbag Bermasalah, 4,3 Juta Unit Mobil GM Direcall dan Nissan GT-R Generasi Terbaru Bakal Mendarat di Indonesia

Top