Mitsubishi Mampu Rubah Aturan di Jepang

Setelah Skandal Mitsubishi, Jepang Perkuat Aturan Industri Otomotif – Belajar dari kesalahan nampaknya memang menjadi tabiat manusia dari belahan bumi manapun juga. Bahkan, untuk urusan industri otomotif, istilah tersebut nampaknya juga masih berlaku tanpa mengenal batas besarnya perusahaan. Hal ini cenderung dapat memberikan bukti bahwa besarnya suatu perusahaan tak bisa menjadi angka mutlak untuk berhenti belajar bahkan dari kesalahan yang dibuatnya sendiri.

Mitsubishi Mampu Rubah Aturan Di Jepang

Di Jepang, skandal Mitsubishi bisa dikatakan merupakan skandal yang amat mengherankan. Pasalnya negara tersebut merupakan negara yang dikenal memiliki konstruksi masyarakat dengan tingkat komitmen tinggi. Bahkan untuk masalah hukum, jangan ditanya lagi jika negara ini memang memiliki tingkat penegakan hukum yang masuk dalam kategori amat baik. Bedanya dua kenaytaan tersebut memang membuat kasusu Mitsubishi sangat heboh di kalangan pengamat otomotif.

Advertisement

Menariknya, bukan orang cerdas namanya yang tak mampu belajar dari kesalahan. Untuk itu, pasca skandal Mitsubishi tersebut, saat ini otoritas Jepang sedang menggodok peraturan baru untuk menangani kasus serupa Mitsubishi di masa yang akan datang. Salah satunya dengan menerapkan denda yang mencapai Rp 36,6 juta setiap satu tipe kendaraan. Hal tersebut merupakan informasi resmi yang didapat dari juru bicara kementerian transportasi Jepang, Takao Onoda, sehingga tak perlu lagi diragukan validitasnya. Selain itu, dilansir dari Kompas (20/9/2016), penghentian penjualan produk yang terkena skandal juga menjadi hukuman lain apabila ditemukan tingkat kesalahan yang sangat fatal.

Untuk segi preventifnya, Pemerintah Jepang juga sedang menggodok aturan baru yang memperketat standar baru pelaporan hasil uji konsumsi bahan bakar. Menariknya, kesemua aturan baru tersebut dipastikan akan berlaku tanpa pandang bulu kepada semua merek otomotif yang beredar di Jepang. Sayangnya, aturan ini belum akan diberlakukan kepada Mitsubishi atas skandal sebelumnya.

Walaupun demikian, aturan preventif tersebut diharapkan akan mampu menjadi peluang bagi Mitsubishi untuk mengembalikan nama baiknya baik kepada konsumen maupun otoritas pemerintah setempat. Menurut Keiichi Ishii, Menteri Transportasi Jepang, jika Mitsubishi gagal lagi pada kesempatan kedua ini, bisa jadi kepercayaan industri padanya menjadi hal yang merupakan impian belaka. Baca juga Skandal Makin Parah, Mitsibshi Jepang Digrebek Pemerintah dan Fakta Kecurangan Baru Mitsubishi Ditemukan Kementerian Transportasi Jepang.

Top