Tesla Mendapat Gugatan dari Ratusan Konsumen, Ada apa Ya?

Dianggap Lemot, Tesla Tuai 126 Gugatan dari Konsumen – Seperti yang sudah kita ketahui besama bahwa produsen Tesla Motors memang terkenal memproduksi mobil listrik dengan akselerasi cepat yang salah satunya pada model S P85D. Jika mobil dilakukan sebuah pengaturan dalam “Insade Mode” mobil ini akan mampu berakselerasi dai 0-96 km perjam dalam waktu 30 detik saja. Tentunya kecepatan tersebut sekelas dengan Bugatti atau pun Lamborghini.

Dianggap Lemot Tesla Tuai 126 Gugatan Dari Konsumen

Tetapi, berdasarkan laporan yang dilansir dari Daily Mail dikatakan bahwa justru ada ratusan konsumen Tesla yang berada di Norwegia memberikan konfirmasi bahwa untuk mode S P85D yang diperoleh para konsumen tersebut dinilai kurang cocok atau kurang sesuai dengan spesifikasi yang sebelumnya diiklankan. Pastinya hal ini membuat sebagian besar konsumen mengalami kekecewaan.

Kapsar Thommessen yang merupakan kuasa hukum bagi para pengguna mengungkapkan bahwa tenaga kuda pada mobil dianggap memiliki kemampuan daya dorong yang lebih kecil sehingga sangat berpengaruh pada performa mobil yang dirasa kurang optimal, tidak seperti yang dijanjikan pada iklan. Para pengguna pun menggugat dan meminta ganti rugi sebesar 50 ribu kron atau setara dengan Rp 80 jutaan.

Akan tetapi, di pihak Tesla sendiri menepis tuuhan tersebut. Even Sanvold selaku juru bicara Tesla mengungkapkan bahwa pihaknya sudah menyediakan produk yang sesuai dengan permintaan dan aturan pada negara yang bersangkutan. “Sesuai dengan metode pengukuran yang diminta otoritas,” kata Even.

separator

Terlepas dari hal tersebut, perlu diketahui bahwa Negara Norwegia adalah salah satu target pasar yang paling besar bagi Tesla. Sebab, pemerintah Norwegia memiliki kebijakan yang mendorong para pengguna kendaraan untuk memberikan subsidi untuk setiap pembelian mobil listrik. Selain itu, esla Model S P85D sendiri sudah digantikan dengan model terbarunya, P90D. Mobil tersebut dipasarkan di Norwegia dengan harga 801 ribu kron atau sekira Rp1,3 miliar.

Top