Gajah Tunggal Ikutan Recall

Produk Gajah Tunggal Kembali Ke Tanah Air – Bicara soal industri otomotif tak melulu membahas tentang permesinan semata. Pasalnya, dunia otomotif tak hanya dipenuhi oleh barang jadi saja. Seluruh komponen yang merupakan bagian tak terpisahkan dari kendaraan bermotor tentunya memiliki peran besar yang tak bisa dipungkiri. Bahkan saking potensialnya bisnis perbagian ini, tak jarang ada saja perusahaan yang meraih nilai gemilang dalam mendapatkan keuntungan tingkat dunia.

Gajah Tunggal Ikutan Recall

Sebagaimana diketahui, kualitas industri karet di Indonesia bisa dibilang salah satu yang terbaik di dunia. Tentu saja implikasi kebaikan tersebut juga terbawa dalam komponen perotomotifan. Salah satu part yang paling dominan dalam menggunakan bahan dasar karet adalah ban. Hal tersebut tentunya membuat industri ban asli Indonesia berpotensi untuk menjadi yang terbaik di dunia. Inilah yang nampaknya membuat Gajah Tunggal senantiasa menjadi produsen terdepan dalam industri ban.

Advertisement

Sayangnya, tak selamanya bisnis memang berjalan mulus. Dilansir dari Kompas (30/9/2016), Gajah Tunggal dilaporkan memulangkan produknya di Amerika Serikat. Kepulangan produknya tersebut dilakukan secara sukarela dan telah memberitahukan otoritas keamanan berkendara setempat. Sayangnya, belum didapati informasi alasan mengapa recall ini sampai terjadi.

Tercatat sebanyak 196.926 ban atau sekitar 1,2 persen penjualan ban Gajah Tunggal ditarik dari peredaran Amerika Serikat. Peredaran yang dimaksud masuk dalam periode April-September 2016 ini. Sayangnya lagi, model, ukuran, dan jenis ban apa tidak disampaikan secara tegas kepada publik hingga saat ini. Satu hal yang dapat dipastikan, Gajah Tunggal menjamin recall yang dilakukan hanya terkait peredaran di negeri Paman Sam dan Kanada saja dan tidak berimplikasi langsung dengan negara lain.

Catharina Widjaja selaku Direktur Gajah Tunggal memberikan pernaytaan dalam dokumen recall tersebut bahwa recall yang dilakukan kali ini tak memiliki dampak apapun dari segi kegiatan operasional, hukum, kondisi keuangan atau kelangsungan usaha Gajah Tunggal. Tentu saja, pernyataan tersebut malah membuat tanda tanya mengapa recall harus dilakukan jika sejatinya tak ada masalah yang berarti.

Top