Sidang Kartel Yamaha-Honda Masih Lama

Nasib Sidang Kartel Yamaha-Honda – Kabar mengenai kelanjutan sidang kartel yang menjadi pesakitan Honda dan Yamaha memang timbul tenggelam. Terakhir, kabar mengenai kasus kartel ini sudah sampai tahap pemeriksaan dalam sidang yang dilakukan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha Indonesia. Sidang ini terkait kartel skuter matik lantaran baik Honda dan Yamaha sama-sama menunjukkan laba positif di tengah penjualan yang menurun.

Sidang Kartel Yamaha Honda Masih Lama

Kecurigaan skandal kartel Yamaha-Honda sudah muncul sebelum bulan Juli 2016 yang lalu. Menurut informasi yang beredar di persidangan, Honda dan Yamaha dituduh bekerja sama untuk menetapkan harga dasar skuter matik di Indonesia. Tentu saja penetapan harga tersebut tak mungkin berada pada tataran angka yang murah lantaran kedua vendor otomotif roda dua tersebut termasuk yang terbesar di Indonesia.

Advertisement

Atas hasil tuduhan tersebut, baik Honda maupun Yamaha terpakasa bersama-sama diseret ke sidang Komisi tersebut. Sidang ini pertama kali digelar pada tanggal 19 Juli 2016 yang lalu dengan agenda penyampaian laporan dugaan pelanggaran dari tim investigator KPPU. Melanjutkan proses sidang, hingga saat ini tercatat telah dilaksanakan 4 sidang di KPPU. Terakhir sidang tersebut dilaksanakan pada tanggal 6 September yang lalu dengan agenda mendengarkan saksi. Alhasil, sudah nyaris 4 bulan sidang tersebut dilaksanakan tanpa tanda-tanda akan segera diselesaikan lantaran baik Yamaha maupun Honda menolak dituduh melakukan praktik kartel.

Padahal di sisi lain, putusan akan sidang tersebut ditunggu-tunggu oleh masyarakat luas. Pasalnya, apabila praktik kartel tersebut benar adanya, maka hampir dapat dipastikan harga skuter matik di Indonesia akan menurun jauh ke bawah. Hal ini tentu akan menjadi keuntungan yang luar biasa terutama bagi pengidam motor baru.

Sayangnya, dilansir dari Okezone (4/10/2016), Helmi Nurjamil, mewakili tim investigator, di kantor Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menyatakan bahwa agenda pemeriksaan lanjutan sidang tersebut baru akan berakhir pada November 2016 tahun ini. Itupun masih ada kemungkinan untuk ditambahkan dengan perpanjangan selama 30 hari kerja. Dilihat dari pernyataan tersebut, nampaknya besar kemungkinan sidang ini baru selesai pada tahun 2017 ke depan.

Top