Kurang 100 CC, Sigra Dianggap Tak Aman

Daihatsu Sigra Dianggap Kurang Aman – Kerja sama antar pabrik otomotid nampaknya memang mulai menjadi tren beberapa tahun belakangan ini. Pasalnya, kerja sama ini memang menawarkan segala kelebihan antar dua pebrik tersebut dengan usaha memotong kekurangan satu sama lain. Tentu saja, hal ini merupakan simbiosis saling menguntungkan kedua belah pihak. Bahkan, bagi pihak ketiga yakni masyarakat, simbiosis tersebut mampu menawarkan produk yang lebih baik dengan harga yang lebih realistis.

Kurang 100 Cc Sigra Dianggap Tak Aman

Salah dua perusahaan yang kerap bekerja sama dalam beberapa tahun terakhir adalah Daihatsu dan Toyota. Meskipun di depan para konsumen nampak dua perusahaan ini bersaing sengit, namun pada kenyataannya baik Toyota maupun Daihatsu memiliki hubungan yang tak dapat dipisahkan. Hadirnya Calya dan Sigra merupakan pembuktian yang tak dapat dibantahkan lagi lantaran keduanya dilaporkan mampu meraih kesuksesan semenjak peluncurannya.

Sayangnya, tak berselang lama kabar tersebut berhembus, kali ini Sigra mulai dirundung cobaan. Dilaporkan dari Kompas (12/10/2016),  Muslim, Kepala Unit Pengelola Pengujian Kendaraan Bermotor (UPPKB) Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta menyatakan bahwa mobil dengan kubikasi mesin di bawah kelas 1300 cc belum masuk dalam kategori yang aman dan nyaman. Kapasitas pernyataan tersebut sejatinya memang ditujukan sebagai bahan penjelas aturan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek yang digunakan untuk meregulasi taksi online.

Menanggapi pernyataan tersebut, Daihatsu protes keras. Pasalnya sebagaimana diketahui, Daihatsu Sigra memang masuk dalam segmen LCGC yang memiliki kapasitas mesin di bawah kelas 1300 cc. Dalam artian, Sigra belum masuk kategori aman dan nyaman yang disampaikan oleh Pemerintah sebagaimana dinyatakan di atas. Padahal di sisi lain, Daihatsu Sigra sendiri nyaris mendapatkan 5 bintang dari NCAP (New Car Assesment Program)ASEAN. Itu artinya, secara standar internasional, Sigra sudah boleh diadu ketimbang generalisasi tersebut.

Walaupun dicap demikian, namun penjualan Sigra tak begitu terdampak dalam beberapa waktu ini. Pasalnya, target Sigra memang tidak menyasar konsumen bisnis taksi online. Walaupun demikian, memang tak dapat dipungkiri apabila pebisnis taksi online berusaha mendapatkan mobil murah termasuk dalam kelas LCGC. Aturan tersebut setidaknya menghilangkan potensi konsumen walaupun tidak mutlak bagi Sigra.

Top