Meski Diproduksi di Indonesia, Pajero Sport Belum Tentu Murah

Pajero Sport Tak Bisa Jamin Harganya Lebih Murah – Tahun depan, sudah bisa dipastikan bahwa salah satu produk Mitsubishi yang tak lain dan tak bukan, Pajero Sport sudah akan mulai diproduksi di Indonesia. Namun, memang untuk saat ini SUV tersebut masih diboyong dalam bentuk utuh langsung dari Negeri Gajah Putih, Thailand dengan harga yang cukup mahal. Jika sudah diproduksi lokal, akankah harganya jauh lebih murah?

Pajero Sport Tak Bisa Jamin Harganya Lebih Murah

Seharusnya, mobil yang diproduksi lokal tentu akan jauh lebih terjangkau jika dibandingkan dengan CBU (Completely Build Up). Akan tetapi, pihak Mitsubishi yang diwakili oleh Irwan Kuncoro selaku Operating General Manager MMC Marketing Division PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) mengatakan bahwa pernyataan mengenai produk lokal pasti lebih murah belum tentu mengikat. Pasalnya, menurutnya penentuan harga harus dilihat dari beberapa faktor lain yang saling berpengaruh. “Kalau pricing strategies itu enggak selalu mengikat dengan cost production. Pricing strategies juga harus melihat posisi kompetitor, berarti enggak selalu (harga turun). Bahkan, mungkin tahun depan saja atau setiap tahun kami secara natural menaikkan harga. Jadi bukan begitu, lokal dibanding yang CBU jadi turun harganya,” ujar Irwan di Jakarta belum lama ini.

Selain itu, ia juga kembali menegaskan bahwa ada beberapa komponen dalam tubuh Pajero Sport yang menggunakan beberapa produk lokal. Akan tetapi, berapa banyaknya komponen lokal yang akan digunakan untuk membangun Pajero Sport sampai sekarang masih belum diketahui secara pasti. “Kecuali kalau small MPV, kandungan lokalnya banyak. Tapi kalau Pajero kan memang orisinalnya enggak pakai lokal. Kalau small MPV diproduksi hanya di Indonesia dan untuk ekspor, seharusnya konten lokalnya harus banyak. Tapi, saya belum tahu berapa persennya,” pungkas Irwan.

Di sisi lain, jika melihat dari pesaingnya, Toyota Fortuner yang memang sudah diproduksi lama sejak 2006 lalu. Bahkan, untuk penggunaan komponen lokalnya pun sudah meningkat dari yang sebelumnya 60% saja saat ini sudah menjadi 75% pada model terbaru. Namun, meskipun sudah banyak menggunakan komponen lokal, tak serta merta membuat Fortuner yang juga diproduksi di Tanah Air jadi lebih murah. Banyak sekali berbagai hal yang membuat harganya tak jauh berbeda dengan Fortuner CBU, antara lain pajak, harga komponen import, dan masih banyak lagi.

  • darsono

    Dejavu, kalau ada pesaing ckd lebih murah, yg cbu ngeles krn kami cbu, tapi giliran udah ckd, tetep gak bisa murah krn bkn hanya faktor cbu yg bikin mahal, ya ya ya terserah saja lah, lawong saya gak beli kok hahahaha

Top