Kesalahan Produksi Airbag Berakibat Recall Kendaraan

Kesalahan produksi airbag berakibat recall kendaraan – Tanpa disangka-sangka jumlah kendaraan bermotor yang di recall lantaran terdapat permasalahan pada sistem airbagnya terus meningkat secara drastis sejak pertama kali kasus ini muncul pada tahun 2008. Hingga putaran akhir tahun ini tercatat sudah 16 juta unit lebih kendaraan buatan berbagai pabrikan yang telah di recall di seluruh dunia. Amerika Serikat menjadi negara urutan pertama yang paling banyak recall akibat permasalahan airbag.

kesalahan produksi airbag berakibat kecelakaan

Dalam data resmi yang dikeluarkan oleh Badan keselamatan transportasi AS , National Highway Traffic and Safety Administration (NHTSA) pada Kamis (23/10/2014) ini mencatakan jika di negeri Paman Sam saja jumlah kendaraan yang direcall bertambah secara drastis dari 4,7 juta menjadi 7,8 juta unit.

Tindakan recall secara massal ini perlu dilakukan untuk mengganti pompa air bag atau yang biasa disebut inflater buatan pabrik suku cadang asal negara Jepang , Takata Corporation. Inflater yang beredar saat ini ketika memompa air bag terlampau keras ketika terjadi benturan sehingga menyebabkan pecahan benda logam ikut terlontar ke arah pengemudi. Benda-benda logam yang terlontar tersebut sangat membahayakan karena dapat melukai bahkan menyebabkan luka yang permanen.

Pabrikan otomotif Honda adalah produsen kendaraan yang paling aktif dalam melakukan tindakan recall pada mobil buatannya di Amerika Serikat yang mencapai 5,1 juta unit. Sedangkan apabila dikalkulasi secara keseluruhan Honda total sudah menarik hingga 6 juta unit kendaraannya yang tersebar di seluruh dunia. Selain Honda yang paling aktif kemudian disusul oleh Toyota yang juga melakukan recall hingga 877 ribu unit mobil produksinya.

Pihak NHTSA , Takata Corporation beserta 10 produsen kendaraan bekerjasama dalam meneliti permasalahan sistem airbag ini. Salah satu faktor yang menjadi perhatian mereka apakah suhu dan kelembaban udara pada mobil turut berperan dalam membuat airbag dapat mengembang secara berlebihan ketita terjadi benturan. Pasalnya kasus airbag ini banyak terjadi di daerah-daerah yang memiliki suhu panas dan kelembaban udara yang tinggi.

Pada kasus kecelakaan yang terjadi belum lama ini , pihak Takata dan Honda menghadapi gugatan dari para korban kecelakaan akibat airbag di kendaraan yang mengembang keras sehingga turut melontarkan pecahan loga ke wajah para pengemudi yang mengakibatkan terjadinya luka permanen pada wajah mereka. Baca juga Dashboard Futuristik dan Astra resmikan pabrik.

Top