Kembar Calya-Sigra Ganti Ban Dirasa Lebih Baik

Hanya Ganti Ban, Calya-Sigra Dikatakan Lebih Mantap – Si kembar Calya-Sigra nampaknya tak pernah berhenti memberikan sensasi dala beberapa waktu ini. Setelah kemunculannya terbilang mengagetkan karena saling beriringan dengan merek lain satu pabrikan, ada saja hal-hal yang dapat dibahas dari kembaran tersebut. Sayangnya, isu miring mengenai kualitas atas konsep yang diusungnya sempat terkuak di berbagai media dan menjadi perbincangan lebar.

Kembar Calya Sigra Ganti Ban Dirasa Lebih Baik

Asumsi yang diusung dalam perbicangan ini sebenarnya terbilang logis. Pasalnya, harga yang diusung oleh si kembar memang sangat murah. Terutama untuk Sigra buatan Daihatsu, harganya bisa dibilang di luar hitung-hitungan orang awam. Perbandingan harga tersebut semakin terasa ketika dibandingkan dengan merek lain yang cenderung bertambah baik setiap bulannya. Walaupun demikian, baik Toyota maupun Daihatsu menampik kualitas buruk pada mobilnya. Menurutnya, mobilnya tersebut sudah didesain sedemikian rupa dan telah lolos uji keamanan sehingga tak bisa dibilang tidak berkualitas.

Menariknya, jika ditengok secara langsung, kembaran tersebut memang terlihat kurang gagah pada bagian kaki-kakinya. Hal ini terlihat pada ukuran ban yang cenderung kecil dan terlihat mini untuk bodi yang dibawanya. Dilansir dari Kompas (21/10/2016), fenomena tersebut membawa Irwan R, anggota komunitas Calya-Sigra Community untuk mengakalinya dengan mengganti ukuran ban yang lebih besar.

Pabrikan Calya-Sigra memang memberikan ukuran ban yang terbilang mini untuk bodinya. Hal ini terlihat dari ukuran 175/65/14 yang dijadikan spesifikasi teknis pabrikan. Berdasarkan data tersebut, Irwan akhirnya menjajal ukuran 185/70/14 untuk ditanamkan sebagai kaki-kaki mobilnya. Alhasil, sebagaimana ekspektasi, tampilan mobil terlihat lebih gagah ketimbang sebelumnya. Hal ini disampaikan secara pribadi oleh Irwan terhadap kawan seperjuangannya.

Secara detail, menurut Irwan terjadi perubahan performa dari penggantian ban tersebut. Menurutnya, secara subjektif Irwan menyatakan bahwa mobil yang jadi bahan percobaannya mendapatkan peningkatan pada jalan lurus dan lancar. Dijajal dalam tol setempat, mobil miliknya mampu digeber hingga 80-90 kpj dengan lebih mantap. Sementara itu, untuk jalan reguler dan ada sedikit lubang ala jalanan Indonesia, mobil miliknya dikatakan menjadi lebih tenang dan enak alias nyaman. Walaupun sifatnya subjektif, pengalaman ini dapat memberikan sudut pandang lain terhadap konsep dan desain kembar Sigra-Calya.

Top