Toyota Pensiun Produksi Sedan Avensis

Toyota Stop Produksi Avensis Akibat Penjualan SUV Meningkat Drastis – Dalam kurun beberapa tahun terakhir ini, minat konsumen mobil tampaknya mengalami pergantian. Orang-orang cenderung lebih tertarik pada kendaraan yang mengusung bentuk tubuh seperti SUV dan crossover. Perubahan minat ini tentu juga mempengaruhi para pabrikan otomotif dalam menentukan produk yang akan mereka buat untuk ke depannya.

toyota stop produksi avensis akibat penjualan suv meningkat drastis

Pasar Eropa pun turut merasakan hal ini. Sehingga, pabrikan otomotif kini mulai mengubah haluan produksi mobilnya. Dengan pergantian tren tersebut, pabrikan otomotif pun kini berlomba-lomba untuk memproduksi kendaraan yang menggunakan konsep tersebut. Tak mau kalah dengan raksasa-raksasa otomotif dari Eropa dengan produk SUV dan croosovernya. Pabrikan asal Jepang, Toyota pun mulai mengambil langkah baru.

Meroketnya penjualan SUV ini membuat Toyota berpikir ulang tentang mobil selanjutnya yang akan diproduksi. Setelah melalui pertimbangan, Toyota akhirnya memutuskan untuk pensiun memproduksi salah satu jenis sedannya yang tak lain adalah Toyota Avensis. Langkah ini diambil untuk untuk memberikan kesempatan bagi pabrikan tersebut agar bisa memproduksi lebih banyak model SUV atau crossover.

“Kami benar-benar memperhatikan segmen sedan dan juga mempertanyakan. Kami puas dengan penjualan Avensis, produknya sendiri baik-baik saja. Namun kami belum yakin untuk menggantikannya dengan sedan sejenis atau sesuatu yang lain, ” ujar Johan van Zyl selaku bos Toyota Eropa seperti dikutip dari Otosia pada Sabtu (22/10/2016).

Toyota Avensis sendiri sebelumnya merupakan salah satu produk andalan yang dimiliki oleh pabrikan Jepang tersebut untuk pasar Eropa. Sedan Avensis milik Toyota ini telah meluncur ke pasar otomotif sejak tahun 2009. Meski menjadi salah satu produk andalan dari pabrikan tersebut, tampaknya mobil ini belum mendapatkan pengganti yang jelas.

Tak adanya kepastian tentang sedan baru pengganti Avensis ini serta perkemabnagn yang cukup signifikan pada segmen SUV atau crossover, sepertinya menjadi faktor utama mengapa produsen otomotif Jepang tersebut akhirnya memilih untuk mematikan salah satu model sedannya itu. Ini mesti dilakukan meski Avensis pernah menjadi produk yang cukup populer di mata konsumen.

 

Top