Hi-Max Tetap Jadi Monopoli Daihatsu

Daihatsu Akui Bagi Pasar dengan Toyota – Sudah menjadi rahasia umum bahwa dominasi pasar otomotif di Indonesia sedikit banyak masih dikuasai oleh produsen asal negara Jepang. Tentu, perilaku produsen otomotif tersebut di negara asalnya sedikit banyak menjadi rujukan untuk memperkirakan keputusan yang diambil di bumi pertiwi. Walaupun demikian, sangat dimungkinkan terjadi perbedaan keputusan lantaran kondisi ekonomi yang tidak sama antaran Jepang dan Indonesia.

Hi Max Tetap Jadi Monopoli Daihatsu

Sebelumnya, Daihatsu Hi-Jet di Jepang dikabarkan dilego bersama dengan dua merek lainnya, Toyota Pixis dan Subaru Sambar. Lego dari ketiga merek tersebut memang wajar lantaran Hi Jet disebut merupakan hasil kerja sama di antara ketiga merek populer tersebut di Jepang. Sayangnya, apa yang terjadi di Jepang tak banyak bisa menggambarkan kondisi Hi-Max di Indonesia.

Dilansir dari Kompas (11/11/2016), Daihastus Hi-Max dikatakan tetap bakal menjadi monopoli Daihatsu. Itu artinya, tak akan ada lagi lego bersama dengan merek lain termasuk dengan Toyota. Tsuneo Itagaki Senior Executive Director Astra Daihatsu Motor (ADM) menjelaskan bahwa Hi-Max merupakan produk spesial milik Daihatsu. Bahkan, sekalipun Hi-Max akan diekspor, emblem Daihatsu tak akan dilepaskan dari Hi-max dalam bentuk apapun.

Menariknya, Itagaki menjelaskan bahwa ada pembagian segmen pasar antara Toyota dengan Daihatsu. Menurutnya, Daihatsu memiliki segmen pasar area kecil. Sedangkan Toyota memiliki segmen pasar area yang besar. Sedangkan untuk segmen pertengahan, Itagaki menjelaskan akan ada sharing di antara keduanya. Pernyataan tersebut sekaligus menjadi pamungkas harapan pecinta Toyota untuk mencicipi Hi-Max.

Sebagai informasi, saat ini Hi-Max diproduksi di pabrik Daihatsu sendiri yang berlokasi di Sunter, Jakarta Utara. Menurut laporan yang beredar, Daihatsu menargetkan Hi-Max terjual hingga 250 unit perbulan. Menariknya, Itagaki optimis bahwa pengembangan target tersebut bakal berkembang hingga 4 kali lipatnya atau mencapai 1000 unit perbulan. Dari angka tersebut, terlihat bahwa Daihatsu benar-benar mempercayakan Hi-Max untuk menjadi senjata andalannya. Selain itu, dapat dikatakan bahwa Hi-Max telah menjalani uji pasar sehingga berani optimis sampai 4 kali lipat dari target semula.

Top