Honda Indonesia Dukung Kebijakan Penerapan Pajak Berdasarkan Emisi

Penerapan Pajak Emisi Tengah Dipelajari Honda Indonesia – Saat ini, diketahui bahwa pemerintah sedang merancang untuk pemberlakuan pajak kendaraan yang didasarkan atas emisi karbon yang dihasilkan. Untuk saat ini, penentuan besaran pajak, berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 64/PMK.011/2014, masih ditentukan berdasarkan kapasitas mesin kendaraan.

Penerapan Pajak Misi Tengah Dipelajari Honda Indonesia

Nah, berkaitan dengan penerapan pajak berdasarkan emisi tersebut dikomentari Jonfis Fandy selaku Marketing and Aftersales Service Director PT Honda Prospect Motor (HPM) di mana ia menyebutkan bahwa pihaknya sangat siap untuk mendukung kebijakan pemerintah tersebut. “Peraturan tersebut sangat baik tujuannya karena akan mengurangi karbon dan kebersihan udara serta memenuhi standar emisi yang telah ditandatangani sampai dengan tahun 2020.”

Jika ditanya tentang persiapan kepada pihak HPM, Jonfis menanggapinya dengan sebuah pengakuan bahwa pihak HPM akan turut serta dalam mempelajari pajak tersebut. Persiapan dari pihak agen pemegang merek (APM) akan ditentukan oleh isi aturan tersebut. Sampai saat ini pemerintah, dalam hal ini Kementerian Perindustrian dan Kementerian Keuangan serta pihak terkait seperti Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo), masih menggodoknya. “Pengaruhnya kan di emisi karbonnya itu. Tentunya semua ini masih kami pelajari,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga menegaskan bahwa pihak HPM sendiri amsih belum bisa memberikan kepastian terkait strategi apa yang bakal dilakukan pihaknya untuk memasarkan produk ramah lingkungan ke depannya. Yang jelas, Honda saat ini sudah diketahui mulai memasarkan kendaraan bermesin tubo di Indonesia dengan kapasitas mesin yang lebih kecil namun performanya tetap stabil. Selain itu, Honda juga sudah memasarkan kendaraan sport versi hybrid, yaitu CR-Z.

Di sisi lain, ketika disinggung soal kadar emisi karbon dalam miligram per kilometer pada kendaraan Honda yang dipasarkan saat ini, Jonfis mengaku tidak mengetahui secara persis.”Yang pasti semua kendaraan sudah melewati uji emisi Euro2 dari pemerintah,” pungkasnya.

Sebagai tambahan informasi saja bahwa Indonesia sendiri sudah menggunakan standar emisi Euro2 sejak 2003 melalui Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor 141/2003, namun pemberlakuannya baru efektif pada mobil baru di tahun 2007.

Top