Terbukti! BeAT Banjiri Jalan Raya

BeAT Unbeatable – Beberapa tahun belakangan, kuda besi di Indonesia nampak didominasi oleh skuter matik. Walaupun secara konsep awal yang dibawa Yamaha di Indonesia membuat skuter matik khusus untuk wanita, namun nampaknya konsep awal tersebut tak sesuai rencana. Pasalnya, respon pasar akan kemudahan berkendara tanpa menggunakan gigi dapat dinikmati siapa saja. Bahkan, anak muda yang biasanya cenderung memilih moge akhirnya memiliki pilihan lain dengan hadirnya skuter matik tersebut.

Terbukti Beat Banjiri Jalan Raya

Bisa dibilang, hancurnya pasar bebek yang sudah merajai pasar kuda besi Indonesia juga disebabkan oleh varian motor yang satu ini. Mau tidak mau, jika melihat kontribusi pasar roda dua di Indonesia, maka Honda menjadi patokannya. Terang saja, sebagai pemain kedua yang memainkan skuter matik setelah Yamaha, ternyata Honda terlihat lebih gemilang dari angka statistik penjualan ketimbang Yamaha. Hal ini bahkan berlaku secara umum hampir di semua varian.

Kehebatan Honda BeAT semakin terbukti tak terkalahkan. Total penjualan motor Honda yang satu ini hingga bulan Oktober 2016 sudah mencapai 181.499 unit. Hitungan kasarnya, angka penjualan tersebut menutup varian denagn penjualan tertinggi Yamaha dengan Mio M3 125 hingga 6 kali lipatnya. Pasalnya, Mio tersebut hanya mampu mengantongi 30.931 unit pembelian yang sangat jauh dari angka yang mampu diraih oleh Honda BeAT.

Gembar-gembor laris manis NMax juga belum mampu mengalahkan dominasi BeAT. Pasalnya, Nmax hanya mengantongi 25.825 unit hingga bulan Oktober 2016 yang lalu. Meskipun NMax memang keluar belakangan ketimbang Honda BeAT, namun perhitungan rerata Honda BeAT yang mencapai 18.000 unit perbulan memang sangat menggairahkan sekaligus menakutkan bagi semua pesaingnya.

Di sisi lain, angka penjualan tersebut juga semakin menjadi bukti tak terbantahkan adanya penambahan volume motor di jalan raya yang apabila terus diikuti akan menjadikan jalan raya semakin ramai saja dengan skuter matik. Sayangnya hingga saat ini, Mas Sena belum mampu mendapatkan data akurat mengenai penjualan motor bekas. Bisa jadi, motor bekas tidak mengalami perubahan grafik yang signifikan dan menunjukkan bahwa orang Indonesia sudah mulai suka mengoleksi kendaraan roda dua.

 

Top