Didasarkan Emisi, Pajak Mobil Sedan Bakal Berkembang Cepat

Pemerintah Gulirkan Rencana Pajak Berdasarkan Emisi – Mobil sedan memang masih menjadi salah satu kendaraan mewah sehingga dikenakan pajak yang tinggi. Bahkan, untuk sedan dengan kapasitas mesin 1.500cc ke bawah pun akan dikenakan pajak 30%. Sementara itu, sedan yang berkapasitas di atas 1.500 akan dikenkan biaya pajak sebesar 40%. Maka dari itu, tak heran jika banyak para konsumen Tanah Air yang tak tertarik untuk membeli mobil sedan mengingat harga pajaknya yang begitu mahal.

Pemerintah Gulirkan Rencana Pajak Berdasarkan Emisi

Namun, saat ini pemerintah melalui Kementerian Perindustrian, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Lingkungan Hidup, masih menggodok penerapan pajak barang mewah kendaraan berdasarkan emisi karbon. Hal ini dikarenakan untuk mendorong angka penjualan sedan yang dinilai justru dianggap positif bagi perkembangan industri otomotif di Indonesia.

Dalam perencaanan tersebut, tersiar kabar bahwa nantinya, besaran pajak akan ditentukan berdasarkan emisi yang dihasilkannya, bukan kapasitas mesin lagi seperti yang diterapkan saat ini. Apabila sudah diberlakukan, aturan tersebut kemungkinan membawa angin segar bagi penjualan sedan.

“Kalau mau mengikuti regulasi pajak berdasarkan emisi CO2 yang nanti akan diberlakukan di market, sedan akan berkembang ini berdasarkan hitungan kami,” ujar Executive General Manager Vehicle Sales Planning PT Toyota Astra Motor (TAM), Fransiscus Soerjopranoto, di Jakarta belum lama ini.

Di sisi lain, Soerjopranoto sendiri mengungkapkan bahwa dengan dilaksanakannya pajak berdasarkan emisi ini maka kemungkinan besar pajak sedan bisa menjadi turun. “Jadi kami bisa dapatkan insentif pajaknya sekira 5% lebih murah,” tambah dia.’

Namun, pada saat ditanya trkait perkriaan pasar automotif ke depan apakah akan terkena dampak yang positif dari aturan baru itu, Soerjopranoto menjawab, “Ada pastinya enggak bisa bilang enggak ada, tapi bagaimanapun juga sudah disosialisasikan dari sekarang jadi pemainnya di automotif kan tinggal mencocokkan saja produk-produk akan seperti apa,” jawabnya.

Sedangkan di sisi oain, berkaitan dengan penjualan mobil di semua segmen menurut Soerjopranoto, peningkatan belum bisa dirasakan saat aturan tersebut baru diberlakukan. “Di awal-awal tidak kelihatan, biasanya di depan-depan ada masa transisi baru setelah itu penjualan mobil akan terlihat,” pungkas dia.

Top