Produsen Mobil AS Terancam Sanksi Pemerintah Cina Atas Tuduhan Kartel

Sanksi Cina Untuk Produsen Mobil AS Terkait Tuduhan Kartel – Beberapa waktu lalu, pemerintah Cina dikabarkan akan segera memberikan sanksi bagi prodyusen otomotif asal Negeri Paman Sam, Amerika Serikat. Sanksi tersebut diberikan atas tuduhan dugaan praktik kartel atau monopoli perdagangan. Benarkah demikian?

Sebenarnya, berita terkait rencana pemberian hukuman atau sanksi kepada produsen mobil AS tersebut muncul di saat sensitifnya hubungan antara Amerika Serikat dan Cina pasca presiden AS yang terpilih, Donald Trump menyatakan pernyatan tak merasa terikat dengan kebijakan “Satu Cina” sebagaimana sudah dibuat oleh presiden¬†sebelumnya.

Terkait hal tersebut, dilansir dari laporan yang dikutip Reuters, disebutkan bahwa Zhang Handong selaku Direktur Komisi Reformasi dan Pembangunan Nasional biro pengawasan harga mengatakan jika saat ini para penyelidik telah mendapatkan info yang menyebutkan bahwa produsen AS telah memberikan instruksi kepada para distributor untuk mengatur harga mobil mulai 2014 lalu.

Akan tetapi, pihaknya masih belum bisa memberikan keterangan resmi kapan sanski ini akan diterapkan kepada produsen otomotif AS. Selain itu, tak dikatakan pula secara terperinci terkait beberapa pelanggaran yang dimaksud, meliputi beberapa nama produsen otomotif yang dituduh melakukan pelanggaran tersebut.

Di sisi lain, sebagai negara dengan pasar kendaraan terbesar di dunia, Cina kini diperebutkan banyak produsen mobil global, termasuk juga AS. Salah satu pabrik mobil Amerika Serikat yang kini masih eksis di Negara Tirai Bambu tersebut yaitu General Motors dan Ford.

Sedangkan di sisi lain, juru bicara Ford Motor Asia Pasifik yang dijabat oleh Mark Truby telah mengaku belum mengetahui seputar pemberian hukuman ini. General Motors juga belum mau berkomentar mengenai hal ini. Tampaknya, aroma politik pun kian terasa memanas antara AS dan Cina yang berdampak pada produsen mobil AS yang kini tengah eksis di pasar otomotif Cina.

Top