Benarkah, Nissan-Renault-Mitsubishi Akan Kembangkan Mobil Hijau

Srategi Nissan-Renault-Mitsubishi menarik konsumen – Rencana aliansi renault-Nissan untuk mengembangkan mobil murni liatrik akhirnya terhenti. Kali ini mereka ingin fokus mengambangkan kendaraan dengan sistem hibrida plug in (PHEV). Putar balik rencana ini terjadi karena Renault-Nissan Alliance sudah mengakuisisi 34 persen saham Mitsubishi.

“Prioritas kami memang melakukan perpindahan ke mobil listrik untuk masa depan, tapi kami membutuhkan jembatan jadi kami sekarang sedang menggarap hibrida plug in sebagai solusi untuk pasar Eropa,” ujar Takashi Shirakawa, kepala R&D Nissan Eropa.

“Kami menyambut Mitsubishi Motor di dalam keluarga Nissan dan mereka sudah memiliki PHEV Outlander. Berbagai generasi produk dapat berbagi dengan itu, tapi ini baru awal dari diskusi, belum ada keputuskan,” ujar Shirakawa.

Informasi ini seperti yang disampaikan eksekutif di Nissan, dimana mereka sedang mengerjakan proyek baru yang diambil dari teknologi Mitsubishi Outlander PHEV. Salah satu dari beberpa percobaan Nissan dengan teknologi Hibrida adalah Gripz, konsep dengan powertrain hibrida yang dipajang pada 2015 Frankfurt Motor Show. Sementara mesin Mitsubishi PHEV bisa diaplikasikan pada Nissan Qashqai PHEV untuk masa depan.

separator

Terkait mobil yang akan diproduksi mobil listrik, kebanyakn konsumen lebih tertarik dengan mobil listrik kecil, dengan ini pemikiran bagaimana memecahkan masalah pelanggan ini dengan generasi mobil listrik terbaru.

Dengan cara seperti ini kuat diperkirakan model mobil hibrida ini akan dibandrol dengan harga murah, selain itu kapasitas produksi kendaraan tentunya diperkirakan juga akan semakin besar karena ketiga produsen otomotif tersebut saling bekerja sama dalam hal pengembangan perangkat maupun produksi. Dari strategi yang akan dijalankannya, ketiga perusahaan ini nantinya akan bekerja sama dalam membangun dan mengembangkan kompenen mobil terbaru yang rumornya akan diluncurkan sebelum 2020.

Top