Cara Membuat SIM dan Biaya Pengurusannya

Cara Membuat SIM dan Biaya membuat SIM – Pada sesi kali ini Mas Sena ingin menguraikan dengan lengkap bagaimana cara membuat SIM sampai dengan memberitahukan info mengenai biaya membuat SIM untuk anda semua. SIM atau Surat Ijin Mengemudi merupakan salah satu dokumen penting dan wajib untuk dimiliki oleh setiap warga Negara Indonesia jika akan mengendarai kendaraan bermotor. Hal inilah yang membuat Mas Sena ingin berbagai cara membuat SIM kepada para pembaca semua, karena informasi ini sangat penting bagi warga negara Indonesia. Nah SIM sebenarnya juga disebut sebagai surat identifikasi dan registrasi sah yang telah diberikan oleh pihak POLRI (Kepolisian Republik Indonesia) kepada warga Negara yang telah memenuhi persyaratan administrasi, sehat jasmani dan rohani, memahami peraturan lalu lintas, dan terampil serta paham dalam mengemudikan kendaraan bermotor. Diwajibkannya kepada setiap warga Negara untuk memiliki SIM ini pun didasarkan atas Pasal 77 ayat 1 Undang-undang No. 22 Tahun 2009 di mana dalam undang-undang tersebut dikatakan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM) sesuai dengan jenis kendaraan bermotor yang dikemudikan. Lalu, kira-kira bagaimana ya cara membuat SIM dan berapa sih sebenarnya biaya pengurusan SIM itu?

Cara Membuat SIM dan Biaya Pengurusannya

Cara Membuat SIM dan Biaya Pengurusannya

Sebenarnya, cara membuat SIM dan biaya mengurus SIM tidak terlalu sulit dan bisa dibilang cukup mudah asalkan setiap warga Negara dan aparatnya tertib menjalankan prosedur yang sudah berlaku. Bahkan, biaya membuat SIM pun juga tak terlalu mahal. Yang jelas, hal yang perlu dicatat bahwa sebagai warga Negara yang taat dan patuh pada hukum maka membuat SIM harus dilakukan dengan prosedur yang benar. Lalu, bagaimana cara membuat SIM yang benar? Nah, sebelum kita jauh membahas bagaimana cara membuat SIM dan biaya membuat SIM, terlebih dahulu Mas Sena akan membahas beberapa jenis SIM. Perlu diketahui bahwa SIM terbagi menjadi beberapa golongan, tergantung dari penggunaan SIM tersebut. Berikut ini penjelasan lengkap yang akan Mas Sena uraikan mengenai jenis SIM yang ada di Indonesia.

Jenis-Jenis SIM

Jenis Jenis Sim

Untuk mengawali pembahasan terkait cara membuat SIM dan biaya membuat SIM, Mas Sena akan membahas mengenai jenis-jenis SIM. Perlu diketahui bahwa di Indonesia sendiri SIM ini terbagi menjadi 2 jenis SIM, antara lain :

  1. Surat Izin Mengemudi (SIM) Kendaraan Bermotor Perseorangan
  2. Surat Izin Mengemudi (SIM) Kendaraan Bermotor Umum

Kedua jenis SIM di atas merupakan jenis secara umum. Nah, dari 2 jenis SIM di atas, nantinya akan terbagi menjadi beberapa golongan atau kategori. Di antaranya :

Golongan Surat Izin Mengemudi (SIM) Perseorangan

Berikut beberapa golongan jenis-jenis SIM perseorangan :

  1. SIM A untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang perseorangan dengan jumlah berat yang diperbolehkan tidak melebihi 3.500 Kg.
  2. SIM B1 merupakan jenis SIM yang ditujukan bagi warga yang akan mengemudikan mobil penumpang dan barang umum dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 Kg.
  3. SIM B2 untuk mengemudikan kendaraan penarik atau kendaraan bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 Kg.
  4. SIM C merupakan jenis SIM untuk mengemudikan kendaraan bermotor roda dua yang memiliki laju kecepatan minimal 40 km/jam.
  5. SIM D merupakan SIM yang khusus dibuat untuk mengemudikan kendaraan khusus bagi penyandang disabilitas atau berkebutuhan khusus.

Golongan Surat Izin Mengemudi (SIM) Umum

Untuk jenis SIM Golongan Umum adalah sebagai berikut:

  1. SIM A Umum untuk mengemudikan mobil umum dan barang dengan jumlah berat yang diperbolehkan tidak melebihi 3.500 kg.
  2. SIM B1 Umum merupakan jenis SIM untuk mengemudikan mobil penumpang dan barang umum dengan jumlah berat yang diperbolehkan lebih dari 3.500 kg.
  3. SIM B2 Umum untuk mengemudikan kendaraan penarik atau kendaraan bermotor dengan menarik kereta tempelan atau gandengan dengan berat yang diperbolehkan untuk kereta tempelan atau gandengan lebih dari 1.000 kg.

Selain itu, pemerintah juga memberikan kemudahan bagi para pemegang SIM agar tidak perlu memiliki banyak jenis SIM jika hendak berganti-ganti jenis kendaraan bermotor yang akan dikemudikannya. Dalam hal ini, kemudahan yang diberikan yaitu SIM untuk kendaraan bermotor nantinya bisa digunakan sebagai SIM kendaraan bermotor yang jumlah beratnya sama atau lebih rendah. Untuk penjelasannya secara rinci, simak uraian berikut:

  1. SIM A Umum bisa berlaku bagi warga yang mengemudikan kendaraan bermotornya yang seharusnya menggunakan SIM A
  2. SIM B1 pun juga bisa diberlakukan bagi warga yang akan mengemudikan kendaraan bermotor yang seharusnya menggunakan jenis SIM A.
  3. SIM B1 Umum dapat berlaku untuk mengemudikan kendaraan bermotor yang memang seharusnya menggunakan SIM A, SIM A Umum, dan SIM B1.
  4. SIM B2 bisa berlaku untuk mengemudikan kendaraan bermotor yang seharusnya menggunakan SIM A dan SIM B1.
  5. SIM B2 Umum dapat berlaku untuk mengemudikan kendaraan bermotor yang seharusnya menggunakan jenis SIM A, SIM A Umum, SIM B1, SIM B1 Umum, dan SIM B2.

Syarat Membuat SIM

Syarat Membuat Sim

Syarat Membuat SIM Perseorangan

Nah, berikut ini beberapa syarat membuat SIM yang harus dipenuhi bagi warga yang akan membuat SIM perseorangan :

  1. Batas usia maksimal
  • SIM A : 18 tahun
  • SIM B1 : 20 tahun
  • SIM B2 : 20 tahun
  • SIM C : 17 tahun
  • SIM D : 17 tahun
  1. Syarat Administrasi
  • Menujukkan KTP (Kartu Tanda Penduduk).
  • Mengisi formulir permohonan yang telah disediakan.
  • Sehat jasmani dan rohani. Selain itu, berpakaian rapi dan sopan dengan catatan pria berkemeja berkerah dan bercelana panjang dan bersepatu (tidak diperbolehkan memakai sandal).
  • Syarat membuat SIM perseorangan terakhir yaitu berupa telah dinyatakan lulus ujian teori, ujian praktek, dan ujian ketrampilan melalui uji simulator.
  1. Persyaratan Tambahan

Persyaratan tambahan dalam Syarat membuat SIM ini diberlakukan atau dikhususkan bagi pemohin SIM B1 dan B2. Berikut syarat tambahan yang harus dilengkapi dan dipenuhi :

  • Untuk membuat SIM B1 harus memiliki SIM A sekurang-kurangnya 12 bulan.
  • Bagi pemohon yang akan membuat SIM B2, syarat membuat SIM yaitu harus memiliki SIM B1 sekurang-kurangnya 12 bulan.
  • Memenuhi pembayaran untuk biaya pembuatan SIM baru.

Syarat Membuat SIM Umum

Khusus bagi para pemohon untuk membuat SIM Umum, syarat membuat SIM sedikit berbeda dengan golongan SIM Perseorangan. Berikut ini persyaratan membuat SIM Umum :

  1. Batas Usia Minimal Pemohon
  • SIM A Umum : 20 tahun
  • SIM B1 Umum : 22 tahun
  • SIM B2 Umum : 23 tahun
  1. Syarat Admisnistrasi
  • Menunjukkan kepemilikan KTP (Kartu Tanda Penduduk)
  • Mengisi formulir permohonan yang telah disediakan
  • Sehat jasmani dan rohani, berpakaian rapi (pria berkemeja kerah dan bercelana panjang) dan bersepatu (tidak diperkenankan memakai sandal).
  • Syarat membuat SIM umum yaitu lulus ujian teori, ujian praktek, dan diwajibkan untuk mengikuti klinik mengemudi guna mendapatkan Surat Keterangan Uji Klinik Pengemudi (SKUKP).
  1. Syarat Tambahan
  • Bagi pemohon SIM A Umum, diwajibkan memiliki SIM A minimal 12 bulan.
  • Sementara itu, bagi para pemohon SIM B1 Umum maka sebelumnya harus memiliki SIM B1 atau pun SIM A Umum sekurang-kurangnya 12 bulan.
  • Untuk membuat SIM B2 Umum, syarat membuat SIM harus memiliki SIM B2 atau SIM B1 Umum sekurang-kurangnya 12 bulan.
  • Syarat tambahan terakhir yaitu wajib membayar pembiayaan untuk membuat SIM baru

Cara Membuat SIM Baru

Cara Membuat Sim

Nah, bagi para pemohon yang ingin membuat SIM baru maka harus mengikuti prosedur cara membuat SIM baru yang telah ditentukan. Berikut ini alur prosedur yang harus dilakukan bagi para pemohon SIM baru :

  1. Foto Copy KTP

Ini syarat paling mudah dalam cara membuat SIM baru yaitu dengan datang ke tempat fotocopy, lalu fotocopy KTP Anda menjadi beberapa lembar untuk dijadikan dokumen.

  1. Menyertakan Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani

Bagi pemohon, untuk mendapatkan surat keterangan ini maka bisa didapatkan dari dokter atau pun di klinik kepolisian atau di pusat pelayanan kesehatan lainnya.

  1. Ambil dan Isi Fromulir Pemohon

Ambil atau beli permohonan pembuatan SIM sesuai dengan tarif yang telah ditentukan untuk pembuatan SIM baru.

  1. Membayar Biaya Asuransi

Dalam cara membuat SIM baru diwajibkan membayar biaya asuransi. Pembayaran asuransi akan dikenakan biaya sebesar Rp 30.000,-. Perlu untuk diketahui bahwa asuransi ini tidak wajib.

  1. Mengisi Fromulir

Isilah formulir permohonan dengan lengkap dan benar sesuai petunjuk. Lalu, serahkan formulir tersebut kepada petugas loket yang berjaga. Tunggu sampai nama pemohon diapnggil oleh petugas.

  1. Mengikuti Proses Ujian Tertulis

Jika lulus, maka cara membuat SIM baru dilanjutkan dengan ujian praktik. Sementara jika tidak lulus, pemohon akan diberi kesempatan untuk mengulang ujian tertulis ini setelah tenggang 7 hari, 14 hari, dan 30 hari. Jika pemohon mengulang kemudian kembali tidak lulus, tidak mengulang, tidak datang kembali, atau tidak ada keterangan, uang pembayaran biaya SIM akan dikembalikan.

  1. Ujian Praktek

Jika lulus, maka SIM akan diproduksi atau dicetak. Jika tidak lulus, Anda akan diberi kesempatan untuk mengulang ujian praktik setelah tenggang waktu 7 hari, 14 hari, dan 30 hari. Sama seperti untuk ujian tertulis, jika Anda mengulang ujian praktik kemudian tidak lulus, tidak mengulang, tidak datang kembali, atau tidak ada keterangan, uang yang telah dibayarkan akan dikembalikan.

  1. Tanda Tangan, Sidik Jari, dan Foto

Jika Anda berhasil lulus di kedua ujian di atas, Anda akan diminta untuk menunggu panggilan ke loket untuk melengkapi data tandatangan, sidik jari, dan difoto, semuanya secara elektronik atau digital.

  1. Pengambilan SIM

Nah, menginjak pada tahap cara membuat SIM baru terakhir ini, pemohon tinggal menunggu hingga namanya dipanggil untuk mengambil SIM yang sudah jadi di loket pengambilan SIM.

Biaya Membuat SIM

Biaya Membuat Sim

Terkait dengan biaya pembuatan SIM, jumlah yang wajib dibayarkan didasarkan atas Peraturan Pemerintah No. 50 Tahun 2010 tentang PNBP pada Polri. Dalam PP tersebut, biaya pembuatan SIM baru adalah sebagai berikut :

  1. SIM A : Rp 120.000
  2. SIM B1 : Rp 120.000
  3. SIM B2 : Rp 120.000
  4. SIM C : Rp 100.000
  5. SIM D : Rp   50.000

Sementara itu, untuk biaya membuat SIM tambahan adalah:

  1. Asuransi sebesar Rp 30.000
  2. Biaya pembuatan Surat Keterangan Uji Klinik (SKUKP) untuk pemohon SIM B1, B2, dan SIM Umum dikenai Rp 50.000.

Ikuti Prosedur Membuat SIM dan Berkendara dengan Tertib

Nah, setelah mengetahui cara membuat SIM dan biaya mengurus SIM yang telah dijelaskan Mas Sena di atas, tentu saja harus diikuti dengan tertib. Apabila pemohon mengalami kegagalan dalam ujian, tak perlu kecewa. Pasalnya, meski gagal, pemohon masih diberi kesempatan untuk mengikuti ujian kembali setelah jangka waktu yang telah ditentukan. Pastinya, berprinsip lebih baik mengulang ujian sesuai dengan cara membuat SIM diatas, terutama ujian praktik, daripada berkendara secara sembrono di jalan sehingga dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain. SIM menjadi bukti kemahiran sah seseorang dalam mengemudikan kendaraan bermotor. Keselamatan pengemudi kendaraan bermotor dan pengguna jalan yang lain menjadi tanggung jawab bersama. Itulah tadi uraian yang telah Mas Sena sampaikan mengenai cara membuat SIM dan biaya membuat SIM. Selamat mengikuti petunjuk pembuatan SIM di atas dan jadilah pemilik SIM yang bertanggung jawab serta taat hukum. Baca juga Tarif Biaya Pembuatan SIM, STNK, dan BPKB dan Tarif Biaya Plat Nomor Cantik.

  • abdu lhakim dalimunthe

    Utk daerah Sumut tolong Pak.Polisi pengujian pengurusan SIM C1 jangan dipersulit

Top