Mudahkan Petani, Mobil Pedesaan Sudah Lulus Uji Emisi

Agustus 2017 Petani Bakal Pakai Mobil Pedesaan – Rencana pemerintah menghadirkan mobil pedesaan sudah ada di depan mata, setelah menunggu cukup lama terkait kejelasan proyeknya yang sudah menggulir sejak tahun 2010. Sambil menyelesaikan protipenya mobil pedesaan ternyata sudah lulus uji emisi dan pengujian jalan. Mobil pedesaan siap diluncurkan pemerintah pada Agustus 2017 mendatang.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartanto mengungkapkan alasan pemerintah meluncurkan mobil pedesaan dikarenakan masih banyak masyarakat didaerah pelosok yang menggunakan alat-alat tradisional untuk mengangkut hasil pertanian. Dengan adanya fakta kebutuhan alat angkut hasil pertanian didaerah. Pemerintah dalam hal ini menyediakan kendaraan yang lebih layak jalan.

Sekarang sudah ada lima prototipe, sudah tes jalan 100.000 kilometer sudah uji emisi dan hasilnya pun lulus. Tetapi masih dalam perbaikan desain dan kelengkapan dari kelima prototipe tersebut. Untuk varian akan mengikuti kontur pedesaan masing-masing. Mobil ini juga diharapkan bisa mendorong perekonomian di pedesaan, termasuk bagi sektor industri kecil dan menengah.

Mobil ini didesain pergerakannya four wheel drive dan modelnya seperti pikap, roda empat dan bagian belakangnya bisa diubah-ubah sesuai aktivitas para petani. Sehingga bisa membawa alat atau hasil pertanian. Selain menciptakan prototipe Kemenperin juga bakal menetapkan standar produk serta mentransfer  teknologi kepada pengusaha yang ingin membuat mobil pedesaan tersebut. Kemenperin optimis peluang pasar untuk kendaraan kecil ini masih cukup besar dengan segmen dibawah 1000 cc.

Kemenperin juga akan menggandeng beberapa pihak untuk terlibat dalam produksi mobil pedesaan, termasuk produsen otomotif Indonesia. Kerja sama ini untuk memasok masin bagi mobil pedesaan. Selain produsen otomotif, produksi mobil pedesaan juga akan melibatkan pemerintah daerah, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), universitas hingga pabrik perakitan lokal.

Kami membuka kesempatan kepada siapapun yang ingin memproduksi prototipe mobil desa, dengan dibandrol sekitar Rp 60 juta per unit. Rp 60 juta itu basis produk nanti tinggal ditambah aksesoris nya. Desain yang dilakukan Kemenperin ini sifatnya open source, jadi produksi bisa diberbagai tempat termasuk dibengkel-bengkel desa.

Top