Suzuki Ertiga Diesel Hybrid Bakal Dirakit Secara Lokal, Benarkah?

Ertiga Diesel Hybrid Bakal Dirakit di Indonesia dengan Harga Lebih Terjangkau – Tak lama setelah peluncurannya, kini Suzuki Indonesia diberitakan sedang berencana untuk merakit Ertiga Diesel Hybrid di Indonesia. Memang, untuk saat ini mobil low MPV bermesin diesel anyar garapan Suzuki tersebut masih diimpor dari India. Namun, untuk merakit low MPV ini secara lokal, Suzuki harus menunggu enam bulan guna melakukan evaluasi pasar terlebih dulu.

“Rencana kami merakit Ertiga Diesel Hybrid ini karena kalau hitung-hitungan skala ekonomi harusnya bisa masuk. Tapi sekali lagi, ini butuh evaluasi. Kurang lebih enam bulan pertama ini kami evaluasi ulang lagi. Kalau skala ekonomisnya bisa masuk kami planning rakit di sini,” ujar Harold Donnel selaku Head of Brand Development & Marketing Research 4W PT SIS di Bogor pada Rabu (8/2/2017).

Meski sudah ada rencana, lanjut Harold, pihaknya belum menentukan berapa persen kandungan lokalnya.

“Kalau komponen kembali lagi ke Suzuki global. Tapi kalau kami di Indonesia selalu mengarahkan komponen lokal diperbanyak. Artinya bikin busi dari Indonesia, blok mesin dari Indonesia, itu yang nanti kami pikirkan. Secara target berapa kandungan lokal, kami belum keluarkan,” terang dia.

separator

Andai kata mobil Low MPV bermesin diesel ini resmi diproduksi di Tanah Air maka ada kemungkinan bahwa harga untuk memboyong Ertiga Diesel Hybrid ini berubah, bahkan lebih murah.

“Harga seharusnya bisa sama dengan harga sekarang. Tapi kalau dibikin lebih murah, apakah mungkin, ya mungkin saja karena kami pernah menerapkan strategi itu di Swift lama. Dibandingkan dengan all new Swift harganya lebih di bawah dibanding Swift lama. Apakah kami bisa mengulang itu, kami harus studi lagi melihat kandungan lokalnya itu seberapa besar. Kerena kepentingannya itu bukan hanya masalah skala ekonomis tapi juga janji kami ke pemerintah,” paparnya.

Di sisi lain, salah satu pokok yang menjadi perhatiannya yaitu jika menurunkan harga, tentu akan berpengaruh pada kepercayaan konsumen. “Tapi ada lagi masalah strategi sales and marketing, harganya yang tadinya Rp219 juta tiba-tiba Rp210 juta. Kan konsumen (yang sudah membeli Ertiga CBU) kecewa juga,” cetusnya.

Top