Gawat! Masalah Pada Software Berdampak Recall Pada Toyota Mirai

Toyota Mirai kena Recall Karena Masalah Software – Tampaknya, recall memang harus dilakukan oleh setiap produsen otomotif pada produknya yang bermasalah untuk dibenahi jika ada kerusakan. Begitu juga dengan yang belum lama ini dilakukan oleh Toyota di mana produsen otomotif asal Jepang tersebut diketahuui bahwa  pada Rabu (15/2/2017), mengumumkan akan melakukan recall terhadap seluruh mobil fuel cell hidrogen Mirai yang dipasarkan di seluruh dunia. Langkah ini diterapkan untuk dilakukannya sebuah perbaikan. Selain itu, recall ini dilakukan karena ada kesalahan paeda perangkat lunak (software) yang dapat mematikan sistem hidrogen.

Di sisi lain, berdasarkan kutipan yang dilansir dari AFP, saat ini sudah ada 2.800 unit Mirai yang sudah beredar di pasar global, yakni diproduksi antara November 2014 sampai pada bulan Desember 2016. Mobil yang pernah dipamerkan di ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2015 silam ini banyak terdapat di Amerika Serikat dan Jepang.

Sedikit info bahwa Mirai atau dalam bahasa Indonesia disebut ‘Masa Depan’ pertama kali diluncurkan pada akhir tahun 2014 silam. Mobil tersebut merupakan andalan Toyota untuk bersaing di segmen mobil listrik di pasar global. Hanya saja, bperbedaandengan mobil listrik yang dipasarkan oleh produsen lain, produk Mirai mengandalkan gas hidrogen.

Mobil fuel cell berarti kendaraan tersebut bekerja dengan mengandalkan kombinasi antara hidrogen dan oksigen dalam sebuah reaksi elektrokimia. Hasil reaksinya mampu menghasilkan energi listrik. Bahkan, energi listrik yang dihasilkan bisa dimanfaatkan untuk menghidupkan listrik di rumah.

separator

Namun pemasaran mobil ini masih terkendala dengan keterbatasan stasiun pengisian gas hidrogen. Di sisi lain, perlu diketahui juga bahwa Toyota Mirai akan dijual dengan harga 6,7 juta yen atau sekira Rp 780 juta per unitnya.

Top