Mobil SUV 7 Seater Meningkat, Lantas Bagaimana Kabar MPV?

SUV 7 Seater Tak Akan Ganggu Segmen MPV – Saat ini, tampaknya dominasi mobil SUV semakin menggeliat saja. Di Indonesia sendiri, mobil SUV ini pun nantinya dipasarkan dalam dua pilihan penggerak roda, yakni 4×4 dan 4×2. Tak hanya itu saja, SUV pun juga nantinya akan terbagi menjadi beberapa segmen, yakni low, medium, dan high.

Memang, salah satu yang menjadi ciri khas dari mobil sport utility vehicle (SUV) ini pada umumnya memiliki dua baris bangku. Selain itu, ground clearance-nya lebih tinggi dibanding mobil jenis multi purpose vehicle (MPV), sehingga bisa diandalkan melahap jalan semi-offroad. Namun, seiring dengan perubahan tren dan kebutuhan para pengguna maka saat ini pun beberapa agen pemegang merek (APM) mobil di Indonesia juga menawarkan SUV dengan model tiga baris bangku. Antara lain seperti Toyota Rush, Daihatsu Terios, Honda BR-V, Toyota Fortuner, Mitsubishi Pajero Sport, Nissan X-Trail, dan Isuzu MU-X.

Di sisi lain, saat ini pun diketahui bahwa tingkat penjualan mobil SUV 7 seater ini pun tumbuh pesat terutama di segmen low. Bahkan pertumbuhan penjualannya mengalahkan mobil low MPV. Hal ini merupakan suatu pertanda akan adanya perubahan selera konsumen, terutama di segmen mobil tujuh penumpang. Tentu saja, kehadiran SUV 7 seater di kancah pasar otomotif Indonesia tidak bisa dicegah, mengingat adanya tuntutan konsumen Indonesia yang menginginkan kendaraan yang nyaman seperti mobil keluarga, namun tangguh.

Terlepas dari hal tersebut, Mitsubishi selaku salah satu pemain SUV 7 seater pun turut merasakan adanya peningkatan permintaan SUV 7 seater besutannya. Namun diyakini, pertumbuhan SUV 7 seater tidak akan sampai menggerus apalagi mengalahkan dominasi mobil low MPV sebagai penguasa pasar saat ini. Selain itu, segmen SUV dengan MPV berbeda, mesi sama-sama berkapasitas tujuh penumpang. Dari sisi harga pun mobil SUV juga di atas MPV.

“Tidak akan menggerus MPV, karena segmennya kan berbeda,” kata Imam Choeru Cahya, head of MMC sales and marketing group PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) di Bandung pada Kamis (16/2/2017).

Menurutnya, pada faktanya bangku baris ketiga hanya sebagai ‘bonus’, sehingga tidak selalu digunakan. Daya tampung yang lebih itu juga menjadi keuntungan karena bisa dimanfaatkan untuk barang.

“Kami melihat bahwa orang Indonesia itu lebih suka ke 7-seater. Walaupun itu (bangku baris ketiga) jarang digunakan, tapi sewaktu-waktu jika diperlukan akan dibuka,” pungkasnya.

Top