Vonis Bersalah KPPU Bakal Bikin Harga Skutik Honda Anjlok?

KPPU Vonis Honda dan Yamaha Bersalah – PT Astra Honda Motor (AHM) dan PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) telah ditetapkan bersalah untuk kasus dugaan praktik monopoli serta persaingan usaha yang tidak sehat dalam industri sepeda motor dengan jenis skuter matik 110-125 cc. Vonis ini rupanya dijatuhkan berkaitan dengan harga skutik yang ditetapkan oleh Honda dan Yamaha untuk kapasitas 110 cc dan 125 cc.

kppu vonis honda dan yamaha bersalah

Keputusan tersebut kabarnya juga diambil meskipun kedua belah pihak tidak terbukti mempunyai perjanjian tertulis. Meski sudah divonis bersalah, namunĀ hal ini sepertinya tidak membuat AHM akan langsung menurunkan harga sepeda motornya.

GM Corporate Secretary and Legal AHM, Andi Hartanto mengatakan bahwa konsumen sebaiknya jangan berandai-andai terlebih dahulu dengan kabar tersebut. Pasalnya, kabar itu belum terbukti kebenarannya dan masih banyak pertimbangan dan kesaksian ahli dari pihak AHM yang tidak dipertimbangkan oleh KPPU.

Untuk diketahui, bahwa semenjak ditetapkan bersalah oleh KPPU, AHM diharuskan untuk membayar sanksi administratif, yakni berupa denda yang besarnya mencapai Rp 22,5 miliar. Akan tetapi, AHM tampaknya tidak begitu saja menerima keputusan itu dan kabarnya akan mengajukan banding ke Pengadilan Negeri (PN).

separator

Andi juga menambahkan jika keputusan ini masih awal sehingga penyelidikan masih akan terus dilakukan dan AHM juga akan memutuskan sendiri baru akan menjalani proses pemeriksaan di PN dan baru dilanjutkan ke Mahkamah Agung (MA). Namun, pihak AHM masih menunggu hingga keputusan tersebut ada.

Pihak AHM sendiri menilai jika dalam pembuatan keputusan, KPPU tidak mempertimbangkan semua bukti-bukti yang telah diberikan oleh pihaknya dan langsung membuat keputusan vonis begitu saja. Itulah tampaknya yang membuat AHM kurang bisa menerima vonis bersalah yang dialamatkan padanya dan membawanya untuk mengajukan permohonan banding ke PN agar setidaknya mendapatkan denda yang sesuai dengan kesalahan yang mereka lakukan.

Dilansir dari Oto Detik pada Selasa (21/02/2017) Andi berujar, “Menurut saya sih putusan itu dia tidak cukup mempertimbangkan semua kesaksian atau bukti-bukti yang kita ajukan, jadi mereka melakukan ekstrapolasi kesimpulan sendiri.”

Top