Toyota Tarik Mobil Hidrogen Dari Jalanan

Mobil Hidrogen Toyota Ditarik Masal – Sebanyak 2.800 unit mobil ramah lingkungan bertenaga hidrogen Toyota Mirai harus ditarik. Toyota Motor Corporation mengumumkan penarikan ini karena ada masalah dengan tenaga output yang dihasilkan oleh sistem sel bahan bakar pada mobil tersebut. Toyota mengatakan gangguan ini bisa terjadi dalam kondisi mengemudi yang unik, seperti saat pedal gas ditekan ke posisi throttle terbuka lebar, setelah melalui jalan menurun yang lama dengan menggunakan cruise control.

Dengan seketika tegangan output yang dihasilkan dan dikeluarkan fuel cell boost converter bisa melebihi tegangan maksimum. Sampai sekarang Toyota telah menjual sekitar 2.840 mobil Mirai di Jepang, Amerika Serikat dan beberapa pasar di Eropa serta Uni Emirat Arab. Diler-diler Toyota berjanji akan memperbarui perangkat lunak di mobil tersebut tanpa mengenakan biaya tambahan pada pelanggan.

Kampanye penarikan ini dilakukan diseluruh dunia. Populasi Toyota Mirai didunia tepatnya di Jepang, Amerika Serikat, Uni Emirat Arab dan beberapa negara di Eropa kini sebanyak 2.840 unit mobil yang sudah dipasarkan dan akan ditarik dengan serentak.

Pihak Toyota juga menyampaikan proses ini akan memakan waktu sekitar setengah jam. Toyota pertama kali mulai menjual Mirai berbahan bakar hidrogen pada Desember 2014 lalu di Jepang, pasar dalam negerinya. Dimana ada upaya mereka menjadi pemimpin dalam hal teknologi terbaru di industri otomotif.

Toyota sendiri telah mempromosikan kendaraan fuel cell atau hidrogen sebagai produk yang masuk dalam daftar kendaraan hibridanya. meski masih kekurangan stasiun pengisian bahan bakar hidrogen, ini bakal menjadi rintangan utama bagi Toyota, untuk membuatnya dikonsumsi secara lebih meluas.

Secara terpisah Toyota meluncurkan model plug-in baru Prius mereka setelah penjualan versi pertamanya cukup sedikit menyusul peluncuannya pada 2012 lalu. Mobil Mirai diluncurkan dengan harga katalog yang relatif mahal sebesar 6,7 juta yen atau sekitar Rp 783,1 juta.

Top