GM Jual Saham di Afrika Timur ke Isuzu

GM Menurunkan Jumlah Penjualan, Fokus Pada Investasi Saham – Produsen mobil Amerika, General Motors setuju untuk menjual kepemilikan sahamnya di anak perusahaan mereka di Kenya kepada Isuzu Motors. Merek Jepang ini berencana untuk meningkatkan eksistensinya di kawasan Afrika Timur. Isuzu mengumumkan mereka bakal melakukan pembelian saham pada awal April 2017, sebesar 57,7 persen dari General Motors Afrika Timur. Dimana kegiatan operasinya saat ini memproduksi truk kecil dan menengah Isuzu, serta melakukan impor kendaraan penumpang Chevrolet.

Pasar mobil di Kenya sendiri memang terbilang belum begitu besar, setahun hanya sekitar 30 ribu mobil yang terjual. Ini adalah tahap yang akan dijalankan untuk mencapai tujuan, meraup profit dipasar-pasar yang lebih menjanjikan. Pabrikan asal Amerika Serikat mulai memeriksa kinerja mereka di wilayah Amerika Serikat dan China untuk menurunkan jumlah penjualan dan fokus pada investasi saham yang lebih menguntungkan.

Tahun lalu unit bisnis GM sukses memasarkan 3.300 unit kendaraan yang diproduksi secara lokal. GM Afrika Timur memperoleh pendapatan mencapi 20 miliar yen atau sekitar Rp 2,3 triliun, dari penjualan pada tahun 2016 dengan pasar utamanya di Kenya, Uganda, dan Tanzania. Melalui pembelian ini Isuzu akan beroperasi tanpa GM di Kenya.

Perusahaan mobil asal Jepang ini juga berencana untuk meningkatkan penjualan mencapai 3,500 unit pada tahun fiskal 2017 diseluruh Afrika. Isuzu dan GM juga memiliki usaha bersama di Afrika Selatan dimana berhasil menjual sekitar 27.000 kendaraan komersial pada tahun fiskal yang berakhir Maret 2015.

Kemerosotan harga minyak sepanjang 2016, menempatkan ekonomi Afrika dalam keadaan stagnan. Penjualan truk melayu, tapi angka ini mencapai titik terendah, dan Isuzu meramalkan bakal adanya permintaan kembali. Isuzu juga berencana akan memperbesar penjualan, service dan kemampuan lainnya di diler milik GM yang berada di Afrika Timur. Tujuannya untuk meningkatkan pendapatan dari bisnis purna jual.

Top