Trump Prihatin Dengan Penjualan Harley-Davidson

Trump Berharap Harley-Davidson Pupus – Produsen sepeda motor besar asal Amerika Serikat, Harley-Davidson, sepertinya harus benar-benar bersabar menghadapi presiden baru mereka Donald Trump. Meski secara ucapan Trump tampak memperhatikan, tetapi kenyataannya Trump malah menjatuhkan. Seperti dalam sambutannya kepada kongres Amerika, Trump berucap kalau dirinya prihatin dengan kondisi Harley-Davidson dimana harus menghadapi tarif impor sampai 100 persen, untuk penjualannya di pasar luar negeri Amerika.

“Mereka pihak Harley-Davidson mengatakan kepada saya tanpa mengeluh kalau mereka sangat sulit untuk melakukan bisnis dengan negara-negara lain. Salah satunya adalah mengenai pajak barang-barang kami dikenakan tarif yang sangat tinggi,” ujar Trump dalam sambutannya, mengutip CNBC, Jumat (3/3/2017).

Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) untuk kendaraan roda dua premium di atas 500 cc yang mencapai 125 persen dari sebelumnya di 2013 hanya 75 persen, tentu saja kan membuat harga jual sepeda motor besar moge melonjak signifikan.

Meski Trump merasa khawatir tetapi malah membuat Amerika keluar dari Trans-Pasific Partnership (TPP). Dimana ini merupakan perjanjian perdagangan bebas dengan 12 negara yang menjadi inisiatif mantan Presiden Barack Obama untuk wilayah Asia. Vietnam adalah salah satu negara yang menjadi bagian dari blok perdagangan, Kalau saat ini ketetapan tarif impor untuk produk motor yang dibawa masuk Harley-Davidson sebesar 74 persen. Sementara dengan TPP kewajiban membayar itu bisa saja akan hilang.

“TPP itu sebenarnya sangat penting bagi kami tetapi saat ini kami harus mengabaikannya, dan mengalihkan perhatian dan harapan kami kepada perjanjian perdagangan bilateral lainnya, yang dapat membantu bisnis Harley-Davidson diluar Amerika,”ujar Mat Levatich , CEO Harley-Davidson.

Saat ini Harley-Davidson menjual sepertiga dari produknya di luar Amerika Serikat. Saat ini pertumbuhan internasionalnya naik 2,9 persen ditahun fiskal lalu, menurut dokumen perusahaan, sementara jumlah sepeda motor yang dijual di dalam negeri  turun hampir empat persen.

Top