Produksi Massal Skuter Listrik Gesits, Hadir Tahun Ini

Tempuh Jarak 1.200 km Gesits Terbukti Tangguh РSelain mempersiapkan beberapa aspek pendukung proses produksi skuter listrik Gesits juga mulai memasok hingga fasilitas pabrik. Garansindo bersama Institut teknologi Sepuluh November (ITS) juga masih fokus menyempurnakan  produk Gesits. Terakhir kali diuji Gesits digeber dari Jakarta sampai Bali dengan jarak tempuh mencapai 1.200 kilometer, mulai dari 7-12 November 2016. Seluruh data yang dikumpulkan dari hasil pengujian bakal digunakan untuk menyelesaikan versi produksi Gesits.

Selama perjalanan setiap kondisi dan perhitungan data dilakukan. Semua data diolah demi menuju proses produksi massa yang tinggal selangkah lagi. Salah satu yang menarik adalah soal rata-rata konsumsi energi yang berhasil ditorehkan Gesits. Terkait efisiensi, artinya hanya perlu Rp 7.500 untuk jarak tempuh 100 km, atau setara dengan 1 liter pertamax untuk 100 km. Dalam touring ini juga Gesits menghadapi berbagai kondisi jalan yang ekstrim sampai dengan cuaca yang buruk. Total 1.200 km membuat Gesits kini sudah teruji. Gesits skuter motor listrik terisi baterai penuh bisa menempuh perjalanan sampai 80-100 km. Ada dua pilihan besar tenaga yang tersedia yaitu 3KW dan 5 KW.

“Uji coba kemarin adalah dalam rangka proses validasi desain. Hasilnya adalah beberapa minor revisi desain yang kami terapkan, pada versi updated Gesits untuk produksi massal nantinya,” ujar Muhammad Nur, Kepala Proyek Gesits, KompasOtomotif, Senin (20/3/2017).

Nur melanjutkan, kalau pihaknya akan mengejar target untuk bisa melakukan uji tipe dan juga uji fungsi, setelah versi final produksi massal diselesaikan. Tahapan ini akan dilakukan sembari mempersiapkan supply chain dan pabriknya. Garansindo menginginkan versi produksi massal siap di akhir tahun ini. Untuk itu uji tipe dan fungsi harus bisa kami selesaikan sekitar Agustus dan September 2017 mendatang.

separator

Sebelumnya pihak Garansindo telah menandatangani nota kesepahaman dengan Perusahaan Listrik Nasional dan Telkom sebagai bentuk dukungan untuk Gesits. Selain itu juga kerjasama dilakkan bersama Universitas Negeri Sebelas Maret (USM) yang akan membantu pengembangan baterai lithium, dan juga bekersama dengan Universitas Gajah Mada (UGM) yang mengurus daur ulang baterai.

Top