Produsen Mobil Jepang Angkat Tangan Pada Trump

Produsen Mobil Jepang Menyerah Pada Presiden Amerika Serikat РPernyataan presiden terpilih Amerika Serikat  Donald Trump sempat mengguncang dunia otomotif, terutama merek Jepang, terkait tuntutan membangun pabrik di negerinya atau akan dicekik melalui tarif impor. Trump juga menuding kalau merek asal AS sengaja dipersulit masuk pasar Jepang. Sejak ketegangan mencuat pada Januari 2017, pihak Japan Automobile Manufacturers Association (JAMA), Melalui Horoto Saikawa sebagai Chairman, akhirnya mulai angkat bicara.

Saikawa mengatakan kalau pasar otomotif Jepang sangat terbuka lebar. Ini dianggap sebagai upaya para produsen untuk menggandeng pemerintah Jepang dan Amerika Serikat agar bisa memuluskan sengketa, akan akses masuk ke masing-masing pasar. Dibawah tekanan perdagangan dari Presiden AS Donald Trump pembuat mobil Jepang tidak hanya bersedia untuk mengatasi keluhan Amerika, Mereka juga membela sikap presiden yang disebutnya sebagai strategi alami untuk membangun lapangan kerja bukan protoksionisme.

“Saya tidak berfikir mereka akan menodai kesepekatan perdagangan bebas dimana banyak negara sudah menikmatinya. mereka hanya mencoba untuk meningkatkan lapangan kerja di Amerika Serikat, dan saya sama sekali tidak berfikir ini merupakan bentuk protoksionisme,” ujar Saikawa yang juga pewaris Carlos Chosn sebagai CEO Nissan.

Saikawa juga menambahkan mempromosikan ekonomi lokal adalah bagian dari pekerjaan politik. “Melihat dari perspektif seorang perdana menteri atau presiden, adalah wajar mereka inginkan¬†investasi dilakukan di negara masing-masing.

separator

Bulan depan Amerika dan Jepang akan memulai pembicaraan tenteng hubungan ekonomi. Dialog ini akan dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Jepang taro Aso dan Wakil Presiden Amerika Mike Pence. “Kami memiliki harapan yang tinggi, untuk diskusi yang kontruktif ke depan,”ucap Saikawa. Menggendong merek Nissan dipundak nampaknya juga akan mendorong Saikawa untuk andil, dalam meredakan agresifitas Trump.

Pasalnya Nissan merupakan salah satu merek Jepang yang akan sangat dirugikan jika Trump merevisi tarif impor. Nissan tidak meliki pabrik di Amerika, hanya di Meksiko. Sementara penjualan mobilnya di Amerika dan China berkontribusi 60 persen dari total penjualan secara global.

Top