Pasar City Car Anjlok, Penjualan Etios Terjun Bebas

Toyota Berduka, Penjualan Etios Terjun Bebas – Mobil kota atau city car masih belum kelar penderitaannya, penjualannya masih belum memberikan kabar yang mengembirakan. Penurunannya pada dua bulan pertama 2017 Januari-Februari mencapai 41,83 persen dibandingkan periode yang sama 2016 lalu, menjadi 2,511 unit. Dua bulan pertama 2016 pun sebenarnya mobil kota mengalami penurunan, tapi masih di angka 33 persen.

Kehadiran segmen  mobil murah (low cost green car/LCGC) bisa di bilang menjadi salah satu penyebab amblas nya segmen ini, walaupun para produsen masih percaya bahwa city car masih memiliki konsumen setia. Hampir semua model mengalami penurunan, kecuali Nissan March naik 21,43 persen dan Kia Picanto naik 12,24 persen. Namun penurunan terjadi pada Toyota Etios yang anjlok sampai 80,88 persen, atau hanya terjual 160 unit pada Januari-Februari 2017. Padahal penjualan tahun lalu di periode yang sama mencapai 837 unit.

Masalahnya pasar Etios sebagai mobil kota yang dijual Rp 145,3 juta – Rp 172,6 juta terbatas, sebab dijual tanpa pilihan transmisi otomatis. Padahal target utama konsumen jelas tinggal di wilayah perkotaan, dimana komposisi penjualan mobil dengan transmisi otomatis sudah sekitar setengah dari jumlah pasar.

Tempat runner up yang biasa ditempati juga ikut amblas, dan kali ini harus puas berada di belakang Daihatsu Sirion di posisi keempat. Sementara Honda Brio masih menjadi yang tertinggi dengan penjualan Januari-Februari sampai 1.232 unit angka ini mengalami penurunan 19,11 persen. Di urutan kedua disusul oleh Nissan March dimana total penjualan mencapai 561 unit, tumbuh 21,43 persen. Baru kemudian ada Daihatsu Sirion dengan perolehan 240 unit atau menurun 40,00 persen dibandingkan tahun lalu.

Menanggapi hal tersebut, Fransiscus Soejopranoto, Executive General Manager PT Toyota Astra Motor mengatakan, secara total semenjak tahun lalu, beberapa kebutuhan produk di beberapa segmen tertentu memang agak sedikit berubah haluannya. Karena itu Toyota mengantisipasi dengan memberikan produk yang sesuai dengan kebutuhan tersebut. Hal ini juga sejalan dengan kebutuhan market yang memang shifting  dari satu segmen ke segmen lainnya karena faktor perkembangan kebutuhan khusunya pada kendaraan roda empat.

Top