Harga Murah Renault Kwid Tak Cukup Menarik

Harga Murah Renault Kwid Tak Mampu Taklukan Pasar – Renault mencoba menjadi volume maker di pasar Indonesia dengan memberikan iming-iming harga murah lewat produknya. Namun, strateginya tersebut tak cukup sukses dan menjamin eksistensinya di pasar. Tawaran Renault dengan harga murah meriah untuk mobil non-LCGC, Kwid ternyata kurang mendapat sambutan positif dari pasar. Akibatnya, penjualan mobil itu pun tetap anjlok.

Harga Murah Renault Kwid Tak Mampu Taklukan Pasar

Catatan dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada dua bulan pertama di tahun 2017 ini menunjukkan jika PT Auto Euro Indonesia (AEI) hanya sanggup mengirimkan 19 unit mobil Kwid saja ke dealer. Untuk bulan Januari dikirim sebanyak 14 unit dan sisanya 5 unit  dikirim untuk bulan Februari.

Data ini digunakan sebagai tolak ukur sebab sejak dirilis pada penghujung tahun lalu dengan antusias yang lumayan besar, Kwid nyatanya belum sanggup untuk masuk di data penjualan wholesales Gaikindo hingga akhir tahun lalu. Setelah ditelisik ternyata AEI baru mendistribusikannya pada awal tahun 2017 ini.

Kwid sebenarnya sudah hadir dengan modal yang cukup baik. Desain dan kualitas interior yang disuguhkannya bahkan tak kalah jauh dengan mobil-mobil lain di kelas yang sama. Harga jualnya pun murah sekali, yakni hanya sebesar Rp 117 jutaan saat mobil ini dirilis. Hal ini tentunya bisa menjadi daya tarik tersendiri mengingat Kwid tidak mengikuti program mobil subsidi yang dicanangkan pemerintah, LCGC.

Harga yang kompetitif saja ternyata belum cukup. AEI harus berusaha lebih keras untuk mempopulerkan lagi citra merek dan meyakinkan konsumen bahwa Kwid memang layak untuk dibeli. Ditambah lagi dengan adanya jaminan jaringan purna jual yang ada di Indonesia. Konsumen di tanah air pun tampaknya masih memiliki ketertarikan cukup kuat pada mobil ini.

Kwid yang menggendong mesin 1.000 cc itu menjadi satu-satunya mobil Renault yang didatangkan secara utuh dari India. Jajaran lain diketahui diproduksi di Eropa dan Korea seperti Duster, Megane, dan Clio yang diboyong langsung dari Perancis. Sama halnya dengan Captur dari Spanyol dan Koleos dari Korea Selatan.

Hingga saat ini, Kwid hanya hadir dengan transmisi manual. Namun, ada kemungkinan mobil ini juga ditawarkan dalam transmisi otomatis sebab AEI pernah menyebutkan hal tersebut.

Top