Toyota Siap Kembangkan Mobil Otonom Bersinyal 5G

Toyota Manfatkan Sinyal 5G untuk Mobil Otonomnya – Sudah tak diragukan lagi bahwa mobil tanpa sopir atau disebut juga dengan kendaraan berteknologi otonom diperkirakan kuat akan menjadi tren selepas tahun 2020 mendatang. Bahkan, kini berbagai produsen automotif dan teknologi pun saling berlomba-lomba dengan mengembangkan dan menguji coba kendaraan pintar ini, termasuk Toyota Motor.

Memang, jika melihat fakta bahwa tren kemunculan mobil otonom di Jepang memang tidak sehebat di Amerika Serikat dan Eropa. Bahkan, sampai sejauh ini pun baru Nissan yang menguji coba mobil otonom mereka di jalan umum di Eropa. Meskipun demikian adanya, hal itu bukan berarti terlambat bagi Toyota.

Bukan tanpa asalan, pasalnya seperti yang dilansir dari Nikkei pada Kamis (23/3/2017), di mana disebutkan bahwa Toyota diberitakan telah berkoalisi dengan perusahaan telekomunikasi Nippon Telegraph & Telephone (NTT) untuk pengadaan teknologi wireless berkecepatan tinggi. Menurut laporan yang beredar, teknologi yang dikembangkan itu akan digunakan untuk mendukung konektivitas kendaraan yang merupakan salah satu syarat yang harus ada dan dipenuhi pada setiap mobil otonom.

Menariknya, kolaborasi antara Toyota dan perusahaan telekomunikasi tersebut akan menggunakan sinyal berkecepatan 5G. Bahkan, selain penggunaan sinyal 5G, kedua perusahaan juga bekerja sama dalam analisis data serta pembuatan aplikasi kecerdasan buatan pada mobil otonom. Penandatanganan kerja sama sendiri akan dilakukan pada akhir bulan Maret 2017 ini. Jika benar menjadi kenyataan maka Toyota akan memiliki sebuah mobil otonom yang berteknologi super canggih. Pasalnya, dengan keberadaan sinyal 5G  sebagai fitur konektivitasnya maka kecepatannya akan lebih cepat dari konektivitas 4G. Sebab, kecepatan 4G yang lebih lambat dianggap sebagai hambatan untuk mengoptimalkan teknologi otonom pada kendaraan yang akan dikembangkan oleh Toyota ini.

Di sisi lain, dengan teknologi super canggih ini maka sistem pun akan memantau setiap kondisi di sekitar kendaraan, seperti mobil lainnya, pejalan kaki, dan pengguna sepeda, menggunakan kamera dan sensor. Data itu nantinya kemudian akan segera diolah oleh komputer untuk kemudian mengoperasikan kendaraan, apakah mengerem, berbelok, atau lainnya.

Top