Suzuki Siap Menerapkan Peraturan Bahan Bakar Gas

Suzuki Tinggal Tunggu Peraturan Bahan Bakar Gas – Program Kendaraan Bermotor Hemat Energi dan Harga Terjangkau (KBH2) rencananya akan diganti dengan program Low Carbon Emission Vahicle (LCEV). meski belum ada kejelasan kapan diterapkan namun wacana dalam program LCEV adalah pengembangan teknologi baru di luar mesin konvesional, yaitu listrik dan gas. Menanggapi rencana ini, Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengaku sudah siap dengan penerapan tersebut. Terutama untuk bahan bakar gas atau compressed natural gas (CNG).

Suzuki sudah mengantongi teknologi, hanya tinggal menunggu peraturan turun dari pemerintah. Pada prinsipnya kami hanya tinggal mengikuti saja, teknologi sudah ada, sekarang pemerintah itu maunya kearah mana tinggal ikut, kalau tidak ikut bisa tersingkir,” ujar Setiawan Surya, 4W Deputy Managing Director SIS.

Menurut Setiawan untuk peralihan dari bahan bakar minyak BBM ke CNG rata-rata teknologinya sudah pada siap. Bahkan beberapa produk di India memang sudah ada yang menggunakan CNG karena kebijakan di beberapa wilayah yang harus menggunakan bahan bakar gas. Saat pemerintah menggulirkan program tersebut juga harus didukung dengan infrastruktur yang memadai contohnya seperti stasiun pengisian yang sudah menyebar luas, tidak hanya di kota-kota besar saja. Pengisian bahan bakarnya sudah bayak belum, kalau tidak ini akan jadi masalah besar. Untuk BBM ke CNG di mobil tinggal tambah converter karena saat star awal mobil itu masih menggunakan bensin saat sudah running baru gasnya berfungsi.

Menteri Energi dan sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan, rupanya juga siap mengeluarkan Peraturan Menteri (Permen) terkait kewajiban penyediaan dan penggunaan Bahan bakar Gas (BBG) Menteri sudah memberikan lampu hijau bahkan tinggal menunggu masa publikasinya saja. Pak menteri sudah tanda tangan, tinggal menunggu nomor dari Kementrian Hukum dan HAM, begitu dapat nomor langsung di publikasikan,” ujar Direktur Jendral Minyak dan Gas Bumi Kementrian ASDM, ING Wiratmaja.

Dalam Permen juga menyebutkan, jika nantinya setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) wajib menyediakan satu unit pengisian BBG dalam penerapannya, Pemerintah bakal memperioritaskan beberapa daerah yang telah memiliki fasilitas pendukung pemasangan dispenser BBG seperti Jakarta, Surabaya, Balikpapan, Prabumulih, dan kota-kota lain yang sudah memiliki jaringan gas.

Top