Mobil Jepang Ngebut di Pasar China

Merek Mobil Jepang Ngebut di Pasar China – Produsen mobil jepang mengejar ketinggalan dengan para pesaingnya dari merek Eropa dan Amerika Serikat AS di China. mereka saat ini sudah mulai meningkatkan diler dan menyesuaikan diri dengan perubahan selera konsumen, termasuk semakin populernya sport utility vehicle (SUV). Honda Motor mempercepat pembukaan diler baru mereka, untuk memenuhi konsumen potensial yang muncul di China daratan, selain di kota-kota pesisir.

Perusahaan ini memiliki dua perusahaan patungan, Dongfeng Honda Automobile (DHA) di provinsi Hubei dan Guangqi Honda Automobile (GHA) di Provinsi Guangdong. Hingga akhir 2016, total jumlah diler mencapai 970, termasuk yang menjual merek mewah Acura. Harapannya tahun ini bisa bertambah menjadi 1.060 diler atau naik 10 persen dibandingkan sebelumnya.

Penjualan SUV Honda, Vezel dan XR-V berjalan dengan baik, dan membuat Honda berhasil meraih penjualan sebanyak 1 juta unit untuk pertama kalinya pada 2015 lalu, dan terus tumbuh pada 2016 menjadi 1,25 juta unit. Sementara Mazda Motor akan membuka diler jenis baru di dekat Shanghai pada musim panas ini. Showroom high-end yang akan dibangun, menampilkan interior dan eksterior hitam berkelas untuk menargetkan generasi muda atau pelanggan utama SUV.

Penjualan Mazda di negeri tirai bambu naik 24 persen dan mencatat rekor baru sampai 291.685 unit pada fiskal 2016. SUV XZ-4 yang diluncurkan pada bulan Juni lalu juga berhasil mengambil hati konsumen China di usia 20 dan 30 an. Kali ini Mazda sedang mempertimbangkan akan menambah diler dan meng-upgrade diler yang sudah ada.

Toyota Motor yang saat ini sudah memiliki 150 diler untuk merek kelas atanbya, Lexus kelas pada akhir 2016, dan berencana untuk menambah lagi. Tahun lalu penjualan Lexus naik 25 persen di China, atau naik paling tajam di semua wilayah. Toyota juga berharap bisa memanfaatkan momentum tersebut dengan menampilkan penawaran baru.

Mitsubishi Motor juga mulai membangun pasar dengan menghadirkan SUV kelas menengah, Outlander di China Agustus 2016 lalu. Melalui perusahaan patungan GAC Mitsubishi Motors di Provinsi Hunan. Beralih ke produksi lokal dan mengurangi impor dari Jepang, berhasil memangkas harga jualnya sampai 20 persen. Meski begitu merek seperti Volkswagen dan General Motors masih menikmati pasar mobil baru yang kuat di China. Bahkan Nissan Motor menjadi pemain utama Jepang di China.

Top