Fiat Berhenti Cari Partner

Fiat Batal Merger – Beberapa waktu belakangan, Fiat memang sedang gencar mencari partner dengan cara melakukan merger dengan perusahaan lain. Namun, tampaknya hal tersebut tidak cukup sukses dilakukan karena tidak adanya pembicaraan dan tawaran yang sesuai. hal tersebut pun membuat CEO Fiat Chrysler Automobile, Sergio Marchionne menyerah dan memutuskan untuk tetap mengikuti rencana yang sebelumnya telah dibuat oleh Fiat sendiri.

Fiat Batal Merger

Hal ini pun dibenarkan oleh Marchionne dalam sebuah pertemuan investor di Amsterdam Belanda beberapa hari yang lalu. Ia bahkan mengatakan bahwa sejauh ini memang hanya merger dengan VW Group lah yang paling memungkinkan. Tetapi, ia menyatakan tidak ada pembahasan apapun terkait merger atau kolaborasi tersebut. “Soal kerja sama dengan VW, jika ditanya apakah ada pembicaraan soal merger, jawabannya adalah tidak,” ungkapnya.

Marchionne juga menambahkan bahwa saat ini pihaknya akan fokus untuk menjalankan rencana yang sudah disusun sebelumnya. “Kini kami hanya akan fokus untuk menjalankan apa yang sudah kami rencanakan sebelumnya,” tambahnya.

Sebelumnya, pencarian partner untuk merger memang gencar dilakukannya guna menekan biaya produksi dan pengembangan pabrikan tersebut. bahkan bulan lalu, kabar desas-desus mengenai merger Fiat dengan VW pun sudah santer terdengar apalagi setelah PSA Group mengambil alih Opel dan Vauxhall dari General Motors.

Namun seiring berjalannya waktu, salah satu petinggi Fiat John Elkann, menegaskan bahwa mencari partner merger kini tak lagi menjadi prioritas utama Fiat Chrysler saat ini. “Saya tak begitu tertarik dengan rencana merger yang besar. Banyak kendala di sana-sini dan kami tak ingin menambah masalah. Saya yakin prioritas Fiat saat ini adalah menjalankan rencana kami di tengah kondisi yang sedang sulit ini,” ungkapnya.

Pencarian partner merger Fiat pun nampaknya bukan hanya karena untuk menekan biaya produksi ataupun pengembangan. Mengingat, pada akhir tahun 2016 yang lalu Fiat dikabarkan memiliki hutang sekitar Rp 13 triliun dan bahkan sempat disebut-sebut akan menjual dua brand terbaik miliknya yakni Alfa Romeo dan Maserati untuk melunasi utang tersebut.

Top