Tiga permintaan Gaikindo Mengenai Kebijakan Euro IV

Tiga Tuntutan Yang Diajukan Gaikindo Soal Kebijakan Euro IV – Pelaku industri otomotif  Indonesia menginginkan terkaitnya pemberlakukan standar Euro IV sudah direalisasikan melalui Permen Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LKH) No. P.20/MENLHK/SETJEN/KUM.1/3/2017 tentang Buku Mutu Emisi Gas Buang Kendaraan Bermotor Tipe Baru Kategori M, N, dan O.

Kendaraan bermotor kategori M, yaitu kendaraan bermotor roda empat atau lebih, digunakan untuk angkutan orang. Lalu kategori N, merupakan kendaraan bermotor roda empat atau lebih untuk angkutan barang, dan kategori O adalah kendaraan bermotor penarik untuk gandengan atau tempel.

Ketua Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Johannes Nangoi mengatakan selain dibebankan kepada industri otomotif, para pemangku kepentingan lain juga diharapkan bisa memenuhi apa yang diamanatkan dalam Permen tersebut. Dirinya menyebutkan setidaknya ada tiga permintaan yang diajukan. Pertama yang terpenting adalah tersedianya bahan bakar Euro IV ketika aturan ini mulai diimplementasikan. Untuk mesin bensin, akan berlaku 18 bulan lagi, atau setidaknya jatuh pada September 2018 mendatang, dan diesel pada 2021.

Kemudian yang kedua terkait dengan distribusi yang merata ke seluruh Indonesia. Jadi tidak hanya berpangku pada Jakarta saja atau pulau jawa saja tetapi secara keseluruhan. Dan yang terakhir, ditujukan untuk Kementrian Perhubungan Gaikindo berharap Kemenhub menambah jumlah balai pengujian yang saat ini hanya ada dua. Pasalnya para merek mobil tanah air akan berbondong-bondong untuk melakukan pengujian dimana bakal menimbulkan antrean panjang, jika hanya mengandalkan fasilitas yang ada. Jadi sebisa mungkin ditambahkan fasilitas.

Dasrul Chaniago, Direktur Pengendalian Pencemaran Udara Kementrian Lingkungan Hidup mengatakan, beberapa pihak seperti Kementrian Keuangan, dan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral bertekad mengawal aturan ini sampai ter implementasi sempurna.

“Mereka merasa bertanggung jawab secara moral sampai segala keperluan ada, seperti salah satunya bensin. Dalam waktu dekat ini kami akan memanggil penyedia BBM, mulai dari Pertamina, Shell dan Total untuk memberikan pemahaman lebih detail agar tidak akan ada kesalahpahaman,” ujar Dasrul.

Top