Yamaha Indonesia Akan Tindak Tegas Oknum Nakal

Bos Yamaha Janji Akan Tindak Tegas Oknum Sales Nakal – Permainan para oknum, pramuniaga untuk mendahulukan pembelian via kredit ketimbang tunai atau cash masih terasa oleh konsumen, salah satunya adalah Yamaha. Alasan yang biasa digunakan oleh oknum sales tersebut adalah mengenai waktu pengiriman akan lebih lama dibandingkan dengan sistem kredit.

Pada kesempatan yang diberikan saat bertemu dengan Executive Vice President PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Dyonisius Beti, pertanyaan tersebut terlontar. Dirinya tampak terkejut dan mengakui adanya perlakuan tersebut dan disebut dikerjakan oleh oknum yang menyalahi aturan. “Itu permainan segelintir oknum nakal, dimana mereka ingin mendapatkan intensif lebih yang diberikan oleh leasing. Sebenarnya itu tidak benar jadi standar pelayanan kami setiap konsumen diperlakukan sama, baik pembelian secara tunai maupun kredit, ujar Dyon.

Dyon pun mengingatkan bagi para konsumen yang nantinya mengalami kejadian serupa, kejadian tersebut bisa diadukan ke pihak Yamaha Indonesia melalui call center. Dan akan ditindak lanjuti. Dyon menjanjikan dalam waktu kurang dari seminggu laporan tersebut sudah diproses. “Sebenarnya dalam dua hari sudah bisa diproses, tetapi saya tidak bisa memastikan itu karena kasusnya harus ditelaah dengan benar. Namun bukan hanya di Yamaha saja, dimerek lain juga ada penyimpangan seperti ini, karena intensif leasing itu lumayan besar, ujar Dyon.

Sebagai patokan pengiriman sepeda motor itu paling lama satu bulan untuk produk baru, sementara untuk model lama kurang lebih satu minggu. Waktu pengiriman tersebut berlaku untuk cash atau kredit, jadi jika pengiriman lebih dari itu patut dicurigai, Dyon menambahkan.

“Itu adalah standar jadi jika ditawarkan lebih dari masa pengiriman yang ditentukan oleh Yamaha, bisa langsung komplain ke kami. Namun jangan pernah memberikan pengaduan tanpa  nama, dan pengaduan harus jelas. Kami tidak perlu bukti apa-apa, yang penting pelapor harus menjelaskan bahwa kejadiannya di diler mana, bertemu dengan siapa sebutkan identitasnya. Jika pengaduan tidak jelas maka kami tidak bisa melacak. Konsumen bisa jebak oknum nakal tersebut dengan meminta kartu nama dan nomor telepon, lalu langsung laporkan.

Top