Pasar Busi Indonesia Dikuasai NGK

NGK Mengaku Kuasai Pasar Busi Indonesia – Busi dengan nama NGK sudah tidak asing lagi, PT NGK Busi Indonesia ini kembali menjadi produk original equipment manufacturing (OEM) bagi sebagian kendaraan baru, baik roda dua maupun roda empat. Hal ini diklaim menjadi bukti kualitas busi NGK bisa memenuhi standar kebutuhan perkembangan mesin berkendara. Untuk produk terbaru di roda dua, NGK terpilih menjadi busi resmi Honda New CBR250RR, Yamaha New R15, dan Suzuki GSXR 150. Sedangkan untuk produk mobil NGK dipercaya mengoptimalkan pengapian pada Daihatsu Sigra, Suzuki New Ertiga, Honda Brio, Mobilio, HR-V, dan BR-V.

Agus Tan General Manager Sales Markting PT NGK Busi Indonesia, mengatakan dengan meningkatnya kepercayaan masyarakat dan agen tunggal pemegang merek (ATPM) membuat produknya menjadi pemimpin di pasar busi Indonesia pada 2016 lalu.

Di ASEAN, Indonesia merupakan market yang sangat penting. Lebih dari 50 persen penjualan NGK berasal dari Indonesia. Untuk di pasar global lini OEM, NGK menguasai 47 persen market share. Sedangkan untuk negara Indonesia sendiri jumlah market share nya mencapai 66 persen.

Disepanjang 2016 lalu NGK berhasil memasarkan lebih dari 50 juta busi di Indonesia. Nominal tersebut didapat dari semua segmen otomotif, mulai dari kebutuhan aftermarket, balap, sampai komponen resmi atau OEM. Pencapaian pada 2016 ini tidak serta merta membuat busi asal Jepang ini puas dengan hasil yang diperoleh, lantas untuk mempertahankan di 2017 menjadi tantangan dan menjadi moment penting untuk berkembang dan berinovasi lebih baik lagi.

Dengan menggandeng 25 kontributor dan 10 ATPM baik mobil maupun motor, NGK memiliki ambisi menguatkan pangsa pasarnya. Ada tiga target yang menjadi incaran, yaitu fokus penjualan busi pada segmen mobil, peningkatan penjualan pada busi kelas Platinum-Iridium (Precious-Metal), dan penjualan pada produk busi racing NGK yang pertama kali akan dipasarkan di Indonesia.

Untuk mengejar target tersebut NGK siap melebarkan sayap jaringan penjualan dan memperkuat kerja sama dengan menggandeng kemitraan di wilayah-wilayah potensial.

Top