Tes F1, Seperti Pertama Kali Mengendarai Mobil

Tes F1, Ibarat Naik Becak Pindah ke Mobil – Sean Galael sukses menjalani peran pertamanya sebagai tes driver tim Formula 1 (F1) Scuderia Toro Rosso, di Sirkuit International Bahrin. Pengalaman ini berbuah manis pasalnya Sean dianggap memiliki potensi yang baik meski baru pertama kali mengendarai balap F1. Kesempatan yang diberikan oleh Toro Rosso cukup baik dimanfaatkan Sean untuk membuktikan kemampuannya.

Bahkan pembalap Pertamina yang saat ini sedang berkarir di Formula 2 (F2) ini mengaku belum percaya bila dirinya bisa merasakan sensasi berkendara mobil F1 langsung dengan tim yang sudah banyak melahirkan pembalap papan atas.

“Ini sangat amazing buat saya, mendapatkan kejutan besar. Menjadi pembalap F1 sudah menjadi impian dari kecil, dan saya tidak menyangka kalau jadi kenyataan, apa lagi dengan Toro Rosso yang dulunya merupakan tim Sebastian Vettel (Ferrai),” ujar pembalap berusia 20 tahun tersebut kepada wartawan di Jakarta, KompasOtomotif, Jumat (21/4/2017).

Sebelum akhirnya berada di belakang kemudi F1, Sean sudah banyak mendapatkan latihan, baik latihan fisik maupun teori. Bahkan Sean sempat di gembleng beberapa saat oleh para teknisi Toro Rosso untuk mengenalkan cara kerja mobil F1, adaptasi terhadap mobil tersebut bahkan mengikuti simulasi. “Latihan sudah pasti, apalagi downforce di F1 lebih tinggi. Jalan untuk bisa sampai di tes driver tidak langsung tiba-tiba duduk begitu saja, sebelumnya beberapa kali breafing dari tim enginer untuk masalah teknis dan melakukan simulasi. Tes yang paling sulit itu saat simulasi, karena bisa berkali-kali,” ujar Sean.

Bisa mengemudikan mobil F1 ini menjadi kebanggaan tersendiri serta pengalaman berharga bagi Sean Gelael. Lantas apa bedanya dengan jet darat F1 yang selama ini ia kendarai. Jawaban Sean sangat banyak perbedaannya mulai dari segi teknis, sistem kemudi, sampai driving style nya.

“Ini pengalaman yang tak bisa dilupakan diistilahkan seperti naik becak lalu pindah ke mobil yang sesungguhnya. driving style berbeda karena diperkuat downforce yang juga berbeda, yang pasti speed nya lebih tinggi, suspensinya juga sangat berbeda, dan prosedur balap lebih rumit, karena pada kemudi F1 banyak sekali tombol-tombol pengaturannya,” tutur Sean.

Top