Target 2.200 Mobil Hybrid di 2025, Apa Gaikindo Sanggup?

2.200 Mobil Hybrid di 2025 Apakah Gaikindo Sanggup? – Mencoba mengejar ketinggalan industri otomotif nasional mulai ditantang untuk bergerak maju. melalui Preprres Nomor 22 Tahun 2017 mengenai Rencana Umum Energi Nasional (REUN) pada 2015 lalu diharapkan Indonesia sudah memiliki populasi mobil listrik atau hybrid sebanyak 2.200 unit pada 2025 mendatang.

Pertanyaannya apakah sanggup industri mobil dalam negeri memenuhi target tersebut. Dimana disebut pihak Institut Otomotif Indonesia (IOI) itu metupakan angka yang sedikit dan tidak terlalu serius. Menjadi penyambung lidah antara Agen Tunggal Pemegang Merek (ATPM) kendaraan roda empat di Indonesia dan pemerintah, Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) coba menanggapi hal tersebut, walaupun apa yang dikatakan nampaknya tidak langsung menjawab esensi pertanyaannya.

“Dengan memberikan tarif penyesuaian perpajakan (insentif) dalam hal ini PPnBM (Pajak Penjualan atas Barang Mewah) program-program tersebut (REUN) bisa berjalan pengurangan emisi karbon di 2030,” ujar Jongkie D Sugianto, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), KompasOtomotif, Jumat (21/4/2017).

Semua orang tahu bahwa Hybrid itu sudah dari sananya mahal, karena ada dua mesin, tetapi untuk kita yang di Indonesia juga perlu tahu, memang kendaraan ini hemat BBM, kerana tujuannya untuk menurunkan gas rumah kaca. Jadi sudah memenuhi standar, dan apakah terlalu berlebihan jika kami katakan, oke deh berikan insentif, dalam arti kata tarif PPnBM nya kami turunkan.

Pihak industri yang diwakili oleh Gaikindo nampaknya akan menyanggupi ketika insentif sudah ada di depan mata, yang diberikan kepada mobil hybrid impor, dan belum berfikir untuk produksi lokal terlebih dahulu. Tampak seperti analogi telur dan ayam. “Kalau diberikan intensif mobil hybrid impor dan terlihat demand besar, saya yakin nanti akan merakit lokal , tidak perlu disuruh juga pasti bakal assembling disini. Jadi itulah kasih dahulu intensifnya, harga nanti akan turun jauh. Kemudian begitu yang membeli banyak mereka akan rakit deh di dalam negeri.

Top