Sengaja Orang Indonesia Dilarang Beli Sedan

Orang Indonesia Seolah Sengaja Dilarang Beli Sedan РSelama bertahun-tahun menjadi buah bibir bahwa industri otomotif roda empat dalam negeri, urusan harmoniasai  Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) sedan belum menemui titik terang dari pemerintah. Meski begitu pelaku industri masih saja bersikeras mengupayakan itu agar dapat perhatian. Kesempatan berbicara pada Fokus Group Discussion (FGD) perumusan peta industri kendaraan (road map) dikantor Kementrian Perindustrian bersama beberapa institut pemerintah, Gabungan Industri kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) selipkan unek-uneknya.

“Kami juga akan melangkah lagi dengan mencakup empat sub tema, seperti carbon tax, kami juga akan merundingkan dengan Badan Kebijakan Fiskal (BKF), kemudian dengan KBH2, ketiga masalah LCEP dan yang terakhir terkait dengan sedan yang hari ini masih rancu,” tutur Jongki D Sugiarto, Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo, KompasOtomotif, Jumat (21/4/2017).

Kalau ada bagasinya disebut sedan, tap ada belakangnya rata, itu standar penumpang 4×2. Jadi orang indonesia tidak boleh menggunakan mobil yang ada bagasinya atau sedan, karena mahal jadinya, semua bagasinya dipangku saja, lucu sekali tapi mudah-mudahan bisa mencakup ini,” ujar Jongki. Kalau industri otomotif dalam negeri juga ingin menjadi basis produksi segmen lain tidak hanya MPV seperti Sedan, SUV, Pikap dan lainnya juga.

Pihak Honda melalui Jonfis Fabdy, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM) menyebutkan juga kalau tingginya pajak sedan merupakan potensi untuk model MPV sejak tahun 2000. Padahal tidak semua penduduk Indonesia butuh MPV. Peraturan pemerintah mengenai pajak barang mewah Nomor 41 tahun 2013 pada pasal 2 ayar 4, tertulis bahwa sedan dengan kapasitas silinder sampai 1.500 cc dikenakan PPnBM 30 persen.

Jika kita telusuri lebih dalam lagi aturan ini muncul pada 17 tahun lalu. melalui peraturan Presiden Nomor 145 tahun 2000 tentang kelompok barang kena pajak tergolong mewah yang dikenakan pajak penjualan barang mewah. Dimana pada pasal dua mobil jenis sedan kena pajak 30 persen sementara MPV hanya 10 persen dengan spesifikasi mesin sama.

Top