Anggapan Miring Terkait Hadirnya Ribuan Mobil Hybrid Tahun 2025

Target Ribuan Mobil Hybrid 2025 Dapat Tanggapan Negatif – Pada Peraturan Presiden Nomor 22 tahun 2017, tentang Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) menyebutkan soal target kendaraan pada tahun 2025 mendatang. Pada tahun tersebut diperkirakan paling tidak akan ada sekitar 2.200 kendaraan hybrid atau listrik di Indonesia.

Target Ribuan Mobil Hybrid 2025 Dapat Tanggapan Negatif

Akan tetapi target baru itu sepertinya cukup kontroversial. Pasalnya, target tersebut baru-baru ini justru mendapatkan tanggapan minor dari Institut Otomotif Indonesia (IOI) yang berpendapat jika target populasi yang dibuat terlalu kecil, bahkan bisa dikatakan main-main. Director Strategic, Technology and Engineering Directorate IOI, Jaka Purwanto, harapan pihaknya untuk mobil hybrid justru mencapai ratusan ribu unit.

Hal ini karena menurut pendapat Jaka jatah untuk mobil low carbon seperti CNG (compress natural gas) serta hybrid memiliki kontribusi yang cukup besar sehingga tak heran jika ekspektasi pihak IOI sendiri jumlahnya justru mencapai ratusan ribu untuk tahun 2025 mendatang. Dengan jumlah yang cukup banyak maka ini bisa mendorong prinsipal Jepang untuk ikut ambil bagian. Namun, jika jumlahnya hanya 2.200 maka seolah menimbulkan kesan kurang berniat.

Jaka juga menambahkan jika menurut pihak Dewan Energi Nasional (DEN), dokumen RUEN yang sudah ada masih bisa direvisi. Jadi, jika hal ini memang terbukti kebenarannya maka tampaknya masih ada kesempatan untuk mengajukan usulan sehingga targetnya bisa diganti dengan jumlah yang lebih masuk akal.

Pihak DEN sendiri telah menyebutkan jika RUEN tersebut merupakan life document sehingga nantinya masih bisa dilakukan revisi jika memang dianggap kurang sesuai. Karena RUEN adalah dokumen yang menjadi patokan, maka revisi yang dilakukan juga harus melalui mekanisme khusus.

Achdiat Atmawianta yang merupakan anggota DEN membenarkan jika nantinya dokumen itu masih bisa dilakukan perubahan sesuai dengan perkembangan yang ada. Hal ini karena pada saat dokumen tersebut dibuat tentu juga melalui pertimbangan dari berbagai pihak di industri sehingga revisi yang akan dilakukan pun juga harus melibatkan mereka agar bisa membuat keputusan yang pas demi kebaikan bersama dan kemajuan industri otomotif di Indonesia.

Top