Beli Mobil Ferrari Bisa Lewat Kredit, Mau?

Ferrari Indonesia Tawarkan Sistem Pembelian Kredit – Siapa yang tak kenal dengan pabrik mobil super car yang bernama Ferrari? Ya, produsen otomotif premium yang bernama Ferrari memang sebuah merek mobil berlambang kuda jungkrak yang dikenal identik meluncurkan mobil bertenaga kuat dan desain eksotis. Karena saking gagah dan menariknya, bahkan meski dibanderol dengan harga selangit pun dipastikan tak menurunkan konsumen untuk memiliki mobil buatan Italia tersebut. Bahkan, memiliki Ferrari bisa menjadi simbol strata sosial yang cukup tinggi.

Namun tahu kah sobat? Ternyata di balik itu semua, untuk membeli Ferrari sebenarnya juga sama seperti merek mobil lainnya, yaitu bisa dilakukan dengan sistem kredit. Kabar ini bukan kabar hoax, namun hal tersebut telah diungkapkan langsung Chief Operating Officer Ferrari Jakarta yang dijabat oleh Arie Christopher saat ditemui wartawan di ICE, BSD, Tangerang Selatan pada Kamis (20/4/2017).

“Sama saja seperti lainnya, harga aslinya berapa lalu DP-nya juga bisa 30 persen. Sama saja,” ungkap Arie dengan santai.

Kata Arie, jika membeli mobil Ferrari dengan cara atau melalui sistem kredit, konsumen pun juga bisa melakukan pembayaran melalui leasing atau perusahaan pembiayaan bahkan juga bisa lewat bank. Hanya saja, karena mobil Ferrari ini merupakan salah satu jenis mobil yang memang bersaing di level premium. Sehingga, sangat wajar apabila penjualan dengan cara menerapkan sistem kredit jumlahnya tak sebanyak merek mobil Jepang yang mencapai lebih dari 70 persen. Sebaliknya, yang membeli Ferrari dengan cara kredit hanya sebanyak 10 persen dari total keseluruhan pemesanan.

Terlepas dari hal tersebut, jika berkaitan dengan penjualan awal tahun 2017 ini, Arie sendiri tidak memberikan keterangan lebih lanjut secara jelas mengenai hal tersebut. Hanya saja, Arie sendiri pun juga telah mengaku penjualan Ferrari sampai saat ini pun masih sesuai dengan target yang ditentukan. Hal tersebut berarti Ferrari masih menjadi merk yang cukup diminati oleh para konsumen di Indonesia.

Top